Mendag Sebut Transaksi Program Belanja Nasional 2025 Tembus Rp393,78 Triliun
EkonomiNewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Menteri Perdagangan Budi Santoso memaparkan capaian kinerja kerja 2025. (Humas Kementerian Perdagangan)

Jakarta, tvrijakartanews - Menteri Perdagangan Budi Santoso mencatat total transaksi Program Belanja Nasional 2025 mencapai Rp393,78 triliun. Capaian ini berasal dari program belanja yang digelar sepanjang 2025 dama menjaga pasar domestik.

Budi menambahkan berbagai program belanja nasional dirancang untuk menciptakan dan mengamankan pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri, melalui penguatan daya beli masyarakat.

"Jadi salah satu tugas utama kami adalah bagaimana kita menciptakan pasar dan mengamankan pasar yang ada, baik di dalam negeri maupun bagaimana kita bisa menguasai pasar di luar negeri," kata Budi dalam konferensi pers di Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Dikatakan Budi, program-program belanja nasional dijalankan melalui kolaborasi pemerintah dengan pelaku usaha agar pasar domestik yang besar dapat diisi oleh produk dalam negeri dan UMKM.

"Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan pasar berjalan seiring dengan penguatan industri nasional," ujarnya.

Sejumlah program mencatat kontribusi transaksi besar terhadap total capaian. Program Friday Mubarak membukukan transaksi Rp72,3 triliun, disusul Program Holiday Sale sebesar Rp69,2 triliun, serta Program EPIC Sale yang mencapai Rp54,88 triliun.

Selain itu, program lain seperti Merdeka Madness sebesar Rp44 triliun, Harbolnas Rp36,4 triliun, Bina Diskon Lebaran Rp32,7 triliun, Indonesia Shopping Festival Rp23,3 triliun, BINA-HBD Indonesia Rp30 triliun, dan BINA Indonesia Great Sale Rp31 triliun turut menopang capaian transaksi sepanjang 2025.

"Momentum-momentum ini seperti Harbolnas dan Bina Diskon Lebaran juga membuktikan bahwa pasar di dalam negeri ini cukup sehat dan terjaga," tutur Budi.

Menjelang Ramadan dan Lebaran 2025, pemerintah berencana kembali menggulirkan program belanja nasional. Budi menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk memulai program Bina Lebaran dalam waktu dekat.

"Nanti dalam rangka Lebaran kita juga akan mengadakan Bina Lebaran. Kami sudah berkomunikasi dengan HIPPINDO (Himpunan Perital dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia), mudah-mudahan dalam waktu dekat kita segera memulai program tersebut," ujarnya.

Selain mendorong transaksi, program belanja nasional juga diarahkan untuk memfasilitasi UMKM. Sepanjang 2025, fasilitasi dilakukan melalui penguatan daya saing terhadap 34.745 UMKM, perluasan akses pasar bagi 2.222 UMKM, serta peningkatan penggunaan produk lokal oleh 1.389 UMKM.

Secara keseluruhan, 38.356 UMKM tercatat mendapat fasilitasi dengan total potensi transaksi Rp170,6 miliar.