
Suasana Pesawat Melakukan Proses Modifikasi Cuaca ( Foto : Istimewa )
Jakarta,tvrijakartanews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). modifikasi cuaca ini sebagai upaya mitigasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan, sorti ke-1 difokuskan pada wilayah Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon dengan tujuan utama meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.
"Pada sorti tersebut digunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram, dengan ketinggian terbang 11.000 kaki dan awan target jenis Cumulus,"kata Budi Harsoyo keterangan nya di Jakarta, Senin ( 19/01/2026).
"Hasil pengamatan menunjukkan awan memiliki base sekitar 3.000 kaki dan top hingga 15.000 kaki, dengan arah angin di ketinggian 11.000 kaki berasal dari barat,"sambungnya.
Kemudian, Hardi menjelaskan, sorti ke-2 dilaksanakan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta dan sekitarnya.
"Sebanyak 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) digunakan pada ketinggian sekitar 6.000 kaki, dengan awan target Cumulus Humilis yang memiliki base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki. Arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan terpantau bergerak ke arah barat,"jelasnya.
Selanjutnya, kata dia , dalam sorti ke-3, penyemaian difokuskan pada wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan. pasalnya, penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–6.000 kaki menggunakan 800 kilogram CaO, dengan awan target Cumulus Humilis–Mediocris yang memiliki base 1.500–4.000 kaki dan top sekitar 6.000 kaki. Saat penyemaian berlangsung, arah angin terpantau berasal dari barat laut.
"Potensi hujan lebat hanya ada di periode siang–sore hari. Semoga dapat diantisipasi secara optimal oleh rekan-rekan kru CASA dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa pelaksanaan OMC berperan penting dalam menekan dampak genangan di Jakarta.
"Jika BPBD tidak melakukan Operasi Modifikasi Cuaca dalam beberapa hari terakhir, bisa jadi wilayah genangan hari ini jauh lebih banyak RT yang terdampak," kata Isnawa.

