
Gubenur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Tangkap layar YouTube Bank Indonesia)
Jakarta, tvrijakartanews - Gubenur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan layanan Quick Response Code Indonesian Standard alias QRIS akan terus diperluas ke berbagai negara. Pada Tahun ini, layanan transaksi digita melalui ponsel itu akan bisa digunakan di 8 negara multi kawasan.
"Jadi QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, akan berlanjut ke China, Korea, India, dan juga dengan Arab Saudi," kata Perry dalam keterangannya pada acara Laporan Perekonomian Indonesia 2025, di Jakarta Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, Perry menjelaskan tak lagi hanya di kawasan Asia, seperti yang selama ini sudah bisa digunakan di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, melainkan dilanjutkan ke China, Korea, India, hingga Timur Tengah, seperti Arab Saudi.
Sebagaimana diketahui, layanan QRIS lintas negara pertama kali diterapkan di Thailand sejak 2022 silam, dilanjutkan di Malaysia dan Singapura pada 2023. Jepang setelahnya atau tepatnya pada 2025.
Sementara itu, untuk China dan Korea Selatan kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta akan mulai bisa digunakan pada kuartal I-2026.
"Dalam waktu dekat mudah-mudahan sebelum Triwulan I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan," kata Filianingsih, Rabu (21/1/2026).
Di Indonesia sendiri, layanan QRIS telah dimanfaatkan oleh 60 juta pengguna yang 45 juta di antaranya merupakan UMKM. Adapun transaksinya telah mencapai pertumbuhan 139,99% secara tahunan pada akhir 2025 dari Rp 659,9 triliun menjadi Rp 1.486,8 triliun. Pada 2026, BI menargetkan nilai transaksi QRIS menjadi Rp 3.110,6 triliun dan pada 2027 menjadi Rp 5.674,3 triliun.

