
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sesi IES in Action #2 bertajuk “Unlocking Investment for Sustainable Cities: What Does It Take to Accelerate City Investment at Scale?” Foto : Citra Sandy Aanastasia
Jakarta, tvrijakartanews — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan inklusif. Penegasan tersebut disampaikan dalam sesi IES in Action #2 bertajuk “Unlocking Investment for Sustainable Cities: What Does It Take to Accelerate City Investment at Scale?”.
Dalam forum tersebut, Pramono dijadwalkan meluncurkan Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) yang digelar di Ballroom C pada pukul 14.00 WIB. ICIA diproyeksikan menjadi platform strategis untuk mempercepat pembiayaan pembangunan kota berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Kota Global Berbasis Resiliensi dan Inovasi
Dalam keynote speech-nya, Pramono menyampaikan bahwa kota-kota dunia saat ini tidak lagi sekadar bersaing, melainkan dituntut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis resiliensi, inovasi, dan kepercayaan investor. Jakarta, menurutnya, berkomitmen menempuh arah tersebut melalui pembangunan yang terencana dan inklusif.
Meski menghadapi tantangan perkotaan seperti banjir, pengelolaan sampah, urbanisasi, dan tekanan fiskal, Jakarta dinilai tetap menunjukkan ketahanan ekonomi. Pada kuartal ketiga 2025, ekonomi Jakarta tercatat tumbuh 4,96 persen secara tahunan, mencerminkan daya tahan ekonomi ibu kota.
Target Kota Global 2045
Ke depan, Jakarta menargetkan masuk 50 kota global teratas pada 2030 dan 20 kota global teratas pada 2045, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur terintegrasi, keberlanjutan lingkungan, transformasi digital, serta tata kelola pemerintahan.
Di sektor mobilitas, Pemprov DKI terus mendorong penguatan transportasi publik melalui perluasan MRT dan LRT, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) seperti Blok M, serta perluasan layanan Transjakarta hingga wilayah Jabodetabek.
Dorong Investasi dan Pembiayaan Inovatif
Jakarta juga memperkuat agenda pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim, termasuk pengembangan sistem pengelolaan air limbah serta skema pembiayaan inovatif untuk proyek strategis perkotaan.
Dari sisi investasi, realisasi investasi Jakarta pada 2025 mencapai USD 16,9 miliar, tumbuh 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk menjaga momentum tersebut, Pemprov DKI meluncurkan Jakarta Investment Master Plan 2025–2045, menyederhanakan 44 jenis perizinan usaha, serta menghadirkan berbagai insentif bagi investor.
Peluncuran Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) dalam forum ini dinilai menjadi salah satu langkah konkret Jakarta dalam memperkuat ekosistem pembiayaan kota dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta mitra pembangunan.
Menutup pidatonya, Pramono menegaskan bahwa transformasi Jakarta hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor, demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global berkelanjutan menuju Visi Indonesia 2045.

