Penjual Bendera Merah Putih Menjamur di Jalan Protokol Pandeglang Jelang Dirgahayu RI
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Pedagang bendera mulai menjajaki dagangan mereka di jalan Ahmad Yani ( Sumber : Tb Agus Jamaludin )

Pandeglang, tvrijakartanews - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana nasionalisme mulai terasa di berbagai penjuru Kabupaten Pandeglang, Banten. Salah satu yang paling mencolok adalah menjamurnya penjual bendera merah putih dan berbagai pernak-pernik kemerdekaan di sepanjang jalan protokol kota.

Sejak awal Agustus, para pedagang musiman mulai memenuhi trotoar dan pinggir jalan di kawasan seperti Jalan Jederal Ahmad Yani, Jalan Raya Labuan, dan sekitar alun-alun Pandeglang. Mereka menjajakan aneka ragam atribut kemerdekaan, mulai dari bendera berbagai ukuran, umbul-umbul, spanduk, hingga pernak-pernik khas Agustusan seperti stiker, pin, dan ikat kepala bertema merah putih.

"Saya sudah lebih dari lima belas tahun jualan bendera setiap Agustus. Alhamdulillah, tahun ini ramai lagi. Banyak warga dan instansi yang mulai beli untuk pasang di depan rumah atau kantor," ujar Karyo (65), salah satu pedagang asal Cirebon yang sengaja datang ke Pandeglang untuk berjualan selama bulan kemerdekaan.

Menurut pantauan, para pedagang memanfaatkan momen peringatan 17 Agustus ini untuk mencari rezeki tambahan. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung jenis dan ukuran produk.

" Kalo harga mulai dari Rp. 5.000 sampe 100 ribu rupiah, tergantung jenis benderanya apa, " ujarnya.

Biasanya, Karyo mulai membuka lapak jualannya sekitar 1 bulan sebelum tanggal 17 Agustus. Dalam sehari, Karyo mampu meraup omzet sekitar 1 juta rupiah perhari.

"Kalau ramai engga nya belum keliatan ya, soalnya kan baru juga tanggal 4. jadi belum bisa di bandingkan sama tahun sebelumnya, " pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Satpol PP sempat mengimbau para pedagang untuk tidak mengganggu arus lalu lintas dan menjaga ketertiban umum. Namun, hingga saat ini, keberadaan para penjual bendera tetap mendapat toleransi, selama tidak menutupi trotoar sepenuhnya.

" Kalau himbauan dan teguran pasti ada, tapi alhamdulillah saya tetap diijinkan berjualan di sini, soalnya saya kan ijin dulu sebelum Buka lapak disini. Jadi gak sembarangan, " tegasnya.

Warga pun menyambut positif kehadiran para penjual tersebut.

"Jadi gampang cari bendera, nggak usah ke toko. Tinggal pilih di pinggir jalan," ujar yuli (33), warga Pandeglang yang tengah membeli dekorasi untuk mempercantik halaman rumahnya.

Semarak pernak-pernik merah putih di jalan-jalan utama menjadi bukti antusiasme masyarakat Pandeglang dalam menyambut hari kemerdekaan, sekaligus menghidupkan denyut ekonomi rakyat kecil di tengah suasana kebangsaan yang kian menggelora.