
Kepastian Kebijakan Dinilai Penting Jaga Kepercayaan Investor Pasar Modal. Foto : Istimewa
Jakarta – Kepastian kebijakan dan tata kelola institusi yang kredibel dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan investor di pasar modal Indonesia, di tengah meningkatnya volatilitas ekonomi global.
Pengamat menilai, dinamika kepemimpinan dan arah reformasi di institusi strategis pasar modal merupakan bagian dari proses institusional yang wajar, namun perlu dikelola secara prudent, transparan, dan berorientasi jangka menengah hingga panjang agar tidak memicu ketidakpastian pasar.
Chief Operating Officer Indonesian Business Council (IBC), William Sabandar, mengatakan pasar pada dasarnya dapat menerima perubahan, selama perubahan tersebut memiliki kejelasan arah serta dijalankan melalui proses yang transparan dan berlandaskan prinsip tata kelola yang baik.
“Kepercayaan investor sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan, kepastian hukum, serta kekuatan tata kelola institusi. Policy credibility dan kesinambungan institusional menjadi faktor penting bagi stabilitas pasar,” ujar William dalam keterangannya .
Selain kepastian kebijakan, kepemimpinan institusional yang jelas dan berbasis merit juga dinilai berperan penting dalam menjaga kesinambungan kebijakan serta menghindari kekosongan pengambilan keputusan yang dapat memengaruhi sentimen investor.
Aspek lain yang turut disoroti adalah pentingnya koordinasi antarotoritas dalam menjaga stabilitas pasar, disertai penguatan pengawasan berbasis data dan pendekatan manajemen risiko. Penegakan regulasi yang konsisten, independen, dan proporsional juga dinilai diperlukan agar pengawasan berjalan efektif tanpa menimbulkan ketidakpastian baru bagi pelaku pasar.
Lebih lanjut, perlindungan hak investor dan kepastian due process of law disebut sebagai fondasi utama iklim investasi yang sehat, baik bagi investor domestik maupun global. Stabilitas sistem keuangan pun dipandang sebagai kepentingan bersama yang memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, otoritas, dan pelaku usaha.
Ke depan, dialog kebijakan yang konstruktif dan masukan berbasis riset dinilai penting untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia serta meningkatkan daya tariknya bagi investor jangka panjang.

