
Wamen P2MI Paparkan Peluang Penempatan Welder Indonesia ke Luar Negeri. Foto : Ikhwanul Muslimin
Jakarta, tvrijakartanews — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani memaparkan peluang dan kesiapan Indonesia dalam mengirimkan tenaga kerja welder ke luar negeri, dalam rangkaian hari kedua Indonesia Economic Summit (IES) 2026.
Christina menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal sumber daya manusia yang kuat di sektor pengelasan, seiring berkembangnya sekolah-sekolah vokasi yang menyediakan pelatihan khusus welding.
“Indonesia bisa mengirimkan welder yang kompeten karena sudah banyak sekolah vokasi yang menyiapkan pelatihan terkait welding,” ujar Christina.
Skema Pembiayaan hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan
Untuk mendukung penempatan pekerja migran, pemerintah menyediakan skema pinjaman maksimal Rp100 juta tanpa agunan bagi calon pekerja migran. Namun, pinjaman tersebut diberikan dengan syarat adanya kontrak kerja yang jelasdari negara tujuan.
Skema pembiayaan ini diharapkan dapat membantu calon pekerja migran memenuhi kebutuhan awal keberangkatan tanpa terbebani biaya tinggi.
Akses Pelatihan dan Peran P3MI
Christina menjelaskan, bagi calon pekerja yang ingin mengakses pelatihan luar negeri, prosesnya harus dilakukan melalui kerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Hal ini bertujuan untuk memastikan penempatan dilakukan secara resmi dan sesuai dengan ketentuan perlindungan pekerja migran.
“Kerja sama dengan P3MI penting agar proses pelatihan dan penempatan berjalan sesuai regulasi dan memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja,” katanya.
Negara Tujuan Berdasarkan Kebutuhan dan Regulasi
Terkait negara tujuan, Christina menegaskan bahwa penempatan welder Indonesia dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, antara lain kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan, sistem hukum yang baik, serta adanya nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia.
Pendekatan ini dilakukan untuk menjamin keamanan, kepastian hukum, serta kesejahteraan pekerja migran Indonesia di luar negeri.
21.000 Welder Dikirim Awal 2026
Christina juga mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Februari 2026, Indonesia telah mengirimkan sekitar 21.000 pekerja migran sektor welding ke berbagai negara tujuan.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya permintaan tenaga kerja welder asal Indonesia di pasar internasional, sekaligus menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian nasional.

