
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Tangsel, tvrijakartanews — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menempatkan pemerataan akses pendidikan yang aman dan layak sebagai prioritas utama melalui percepatan revitalisasi dan pembangunan infrastruktur sekolah di berbagai wilayah sepanjang tahun 2025.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, pembangunan dan perbaikan sekolah tidak hanya berorientasi pada peningkatan fisik bangunan, namun juga pada jaminan keselamatan peserta didik serta pemerataan kualitas layanan pendidikan di seluruh kecamatan.
“Kami ingin memastikan seluruh anak Tangse, tanpa terkecuali, belajar di sekolah yang aman, nyaman, dan setara kualitasnya. Keselamatan bangunan sekolah adalah fondasi utama dari proses pembelajaran yang berkualitas,” ujar Benyamin, Selasa (3/2/2026).
Benyamin memaparkan, pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Pemkot Tangsel telah merampungkan revitalisasi di sejumlah sekolah negeri yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain SDN Sawah, SDN Jombang 03, SDN Ciater 01, SDN Ciputat 01, dan SDN Babakan 1.
Selain itu, ia menyebut, peningkatan fasilitas keamanan dan literasi juga dilakukan di SDN Keranggan melalui penambahan pos jaga dan perpustakaan.
Kemudian lanjutnya, pembangunan sarana dan prasarana pendukung masih berlangsung di SDN Kademangan 2, SDN Pondok Pucung 2, dan SDN Benda Baru 2, sebagai bagian dari upaya menutup kesenjangan fasilitas antarwilayah dan memastikan standar keselamatan bangunan sekolah terpenuhi secara merata.
Sementara pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Benyamin berujar, Pemkot Tangsel telah menyelesaikan revitalisasi di SMPN 6, SMPN 8, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, dan SMPN 24.
Adapun SMPN 12 tengah menjalani perkuatan struktur bangunan, sementara perbaikan atap dilakukan di SMPN 17 untuk meminimalkan risiko keselamatan. SMPN 16 juga melanjutkan pembangunan sarana prasarana pada 2025 setelah revitalisasi tahap awal dilakukan pada tahun sebelumnya.
Benyamin menegaskan, seluruh proyek infrastruktur pendidikan dilaksanakan secara bertahap dan berbasis pemetaan kebutuhan riil di lapangan, dengan fokus pada keamanan bangunan, kenyamanan ruang belajar, serta keberlanjutan fungsi fasilitas pendidikan.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh. Pemerataan infrastruktur sekolah adalah kunci agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam pelayanan pendidikan,” katanya.
Benyamin berkomitmen untuk terus memperluas pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan, sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

