Berhasil Perkuat Standar Baru Layanan Rumah Sakit, Dr Ben Widaja Masuk Daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 2026
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Co-founder sekaligus President Director Mandaya Hospital Group, Dr. Benedictus Widaja, MBChB, masuk dalam daftar FORTUNE Indonesia 40 Under 40 Tahun 2026. Penghargaan ini diberikan kepada para pemimpin muda lintas sektor yang dinilai mampu menciptakan dampak signifikan sebelum usia 40 tahun. Foto Istimewa

Jakarta, tvrijakartanews — Co-founder sekaligus President Director Mandaya Hospital Group, Dr. Benedictus Widaja, MBChB, masuk dalam daftar FORTUNE Indonesia 40 Under 40 Tahun 2026. Penghargaan ini diberikan kepada para pemimpin muda lintas sektor yang dinilai mampu menciptakan dampak signifikan sebelum usia 40 tahun.

Dr. Ben Widaja menyebut pencapaian tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah kerja kolektif seluruh tim Mandaya.

“Pengakuan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang bagaimana Mandaya berupaya menghadirkan standar baru layanan kesehatan di Indonesia—menggabungkan kualitas klinis, teknologi, dan pengalaman pasien yang benar-benar berpusat pada manusia,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (17/2/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Fortune Indonesia serta keluarga dan seluruh tenaga kesehatan di Mandaya yang mendukung perjalanannya.

“Terima kasih banyak, Fortune Indonesia untuk award Forty Under Forty 2026. Terima kasih untuk keluarga saya—istri, anak, orang tua—dan paling penting keluarga Mandaya: seluruh dokter, tim manajemen, perawat, serta ancillary team. Tanpa kalian, penghargaan ini tidak mungkin diraih,” kata dr. Ben.

Penghargaan tersebut diberikan karena dr. Ben dinilai berhasil menghadirkan transformasi dalam layanan kesehatan swasta nasional melalui pengembangan Mandaya Royal Hospital Puri.

Di bawah kepemimpinannya, rumah sakit yang mulai beroperasi pada 2021 itu berkembang pesat, tidak hanya dari sisi mutu klinis tetapi juga tata kelola dan performa bisnis. Dalam dua tahun, Mandaya disebut menembus jajaran 10 besar rumah sakit dengan pendapatan tertinggi di Indonesia, dengan capaian EBITDA positif dalam enam bulan serta net profit positif dalam 18 bulan pertama.

Mandaya juga dikenal dengan pendekatan layanan yang menitikberatkan pada pengalaman pasien dan keluarga. Sejumlah fasilitas yang ditawarkan menjadi pembeda, seperti konsep IGD privat satu pasien satu kamar, layanan penjemputan VIP gratis untuk medical check-up, hingga fasilitas hotel di dalam rumah sakit bagi keluarga pasien.

Pendekatan ini membuat Mandaya kerap menjadi perhatian publik dan viral di media sosial dengan sebutan “rumah sakit rasa hotel”.

Selain layanan berbasis pengalaman pasien, Mandaya juga agresif berinvestasi pada teknologi medis mutakhir. Salah satunya adalah penggunaan lengan robot Zamenix pertama di Asia Tenggara untuk tindakan batu ginjal, serta kepemilikan dua lisensi transplantasi organ ginjal dan hati yang diklaim sebagai satu-satunya rumah sakit swasta di Indonesia.

Di bidang onkologi, Mandaya membangun pusat kanker komprehensif dengan ekosistem terintegrasi, mulai dari Digital PET CT Scan, Radioterapi Linac Elekta Versa HD, Brakiterapi, hingga terapi presisi seperti HIPEC untuk kanker kolorektal dan ovarium.

Dr. Ben menempuh pendidikan kedokteran di University of Manchester Medical School, Inggris, dan memiliki pengalaman praktik klinis di berbagai rumah sakit di bawah NHS wilayah Barat Laut Inggris.

Sekembalinya ke Indonesia, ia memadukan perspektif klinis internasional dengan pengalaman bisnis keluarga di sektor hospitalitas untuk membangun model rumah sakit yang unggul secara medis sekaligus berorientasi pada kenyamanan pasien.

Masuknya dr. Ben dalam daftar FORTUNE Indonesia 40 Under 40 menandai munculnya generasi baru pemimpin layanan kesehatan yang memadukan inovasi teknologi, disiplin manajemen, dan empati dalam pelayanan.

Sebelumnya, ia juga meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain CEO of the Year 2023 (Healthcare Asia Awards), CEO of the Year 2024 (Healthcare Management Excellence Awards), serta Entrepreneurial Spirit Award 2025 (EY Consulting).

Melalui kepemimpinannya, Mandaya Hospital Group dinilai tidak hanya tumbuh sebagai institusi bisnis yang solid, tetapi juga sebagai pionir layanan kesehatan berstandar global di Indonesia.