
Foto : Dokumentasi Isty/TVRI. Aliran Sungai Cisadane tampak dari Taman Gajah, Kota Tangerang
Tangerang, tvrijakartanews - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang memastikan kualitas air Sungai Cisadane telah kembali memenuhi baku mutu. Sebelumnya kualitas air di Sungai Cisadane sempat buruk karena tercemar limbah pabrik pupuk yang terbakar di wilayah Tangerang Selatan.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan uji kualitas air, kondisi Sungai Cisadane sudah menunjukkan pemulihan sejak hari kedua pascakejadian. Secara visual maupun parameter baku mutu, kualitas air dinyatakan kembali normal.
“Dari pengamatan yang kami lakukan, secara kasat mata dan hasil uji, air sungai sudah memenuhi baku mutu sejak hari kedua. Namun proses sterilisasi dan pemantauan tetap terus kami lakukan hingga saat ini,” ujar Wawan, Kamis (19/2/2026).
DLH Kota Tangerang juga menyampaikan, sebagai bentuk pengawasan lanjutan, DLH bersama Kementerian Lingkungan Hidup melakukan kegiatan susur sungai untuk memastikan tidak ada lagi sumber pencemar serta memastikan kondisi air tetap stabil.
“Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkala. Kami ingin memastikan kualitas air tetap terjaga dan tidak terjadi pencemaran ulang,” tegasnya.
Tak hanya itu, beberapa hari terakhir Pemkot Tangerang telah melarutkan 1.500 liter ecoenzyme di titik yang terdampak. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi bau tidak sedap, serta membantu proses pemulihan kualitas air secara alami. Tak hanya itu, komunitas pegiat lingkungan Banksasuci juga melarutkan 20 ton ecoenzyme di wilayah perbatasan Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
"Dengan pulihnya kualitas air Sungai Cisadane, diharapkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada aliran sungai dapat kembali berjalan normal, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan," tutupnya.

