IRS 2025 Dorong Kolaborasi Digitalisasi Ritel, HIPPINDO Gandeng Pemerintah dan E-Commerce
EkonomiNewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Indonesia Retail Summit & Expo 2025 (IRS 2025) yang resmi dibuka di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Foto Istimewa

Jakarta, tvrijakartanews – Industri ritel nasional tengah didorong untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menghadapi tantangan pasar global. Hal ini menjadi fokus utama dalam Indonesia Retail Summit & Expo 2025 (IRS 2025) yang resmi dibuka di Swissôtel Jakarta PIK Avenue.

Acara tahunan yang digelar Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) ini diikuti lebih dari 50 peserta pameran dan puluhan sesi diskusi panel. IRS 2025 turut mendapat dukungan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan, serta sejumlah platform e-commerce, termasuk Lazada Indonesia.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan, penguatan sektor ritel tidak bisa dilepaskan dari akselerasi digitalisasi dan sinergi antar-pemangku kepentingan.

"Ritel adalah garda depan ekonomi Indonesia. Dukungan pemerintah dan pelaku usaha menunjukkan komitmen bersama mempercepat transformasi industri. Kami berharap UMKM dan peritel lokal dapat semakin inovatif dan siap menghadapi tantangan global,” kata Budihardjo dikutip Kamis (28/8/2025).

IRS 2025 mengangkat tema “Collaboration: Powering Retail’s Next Big Thing”. Sejumlah isu strategis yang dibahas meliputi transformasi digital, strategi omnichannel, pemanfaatan artificial intelligence (AI), integrasi pembayaran digital, hingga penguatan rantai pasok.

Head of Government Affairs Lazada Indonesia Yovan Sudarma menegaskan, kolaborasi antara ritel tradisional, platform digital, dan penyedia teknologi penting untuk memperkuat ekosistem perdagangan nasional. “Acara ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor membuka peluang baru bagi pelaku usaha. Lazada berkomitmen menghadirkan solusi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujarnya.

Perkembangan ritel Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran pola belanja masyarakat ke kanal digital. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor percepatan adopsi teknologi, dan kini pemain ritel dihadapkan pada tuntutan untuk mengintegrasikan kanal offline dan online.

IRS 2025 diharapkan menjadi forum strategis bagi peritel, pemerintah, dan pelaku teknologi untuk merumuskan arah industri ke depan. HIPPINDO menilai, kolaborasi aktif dengan platform e-commerce dapat membantu UMKM dan ritel lokal memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

Dengan melibatkan ratusan pelaku industri, IRS 2025 tidak hanya menjadi ajang pamer inovasi, tetapi juga ruang diskusi kebijakan. Acara ini menegaskan bahwa pertumbuhan sektor ritel, yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, memerlukan dukungan lintas sektor agar tetap tangguh menghadapi persaingan regional maupun global.