
Menelusuri Sejarah Masjid Raya Bogor, Dari Gagasan Wali Kota Hingga Jadi Episentrum Kegiatan Umat / Foto: Dimas Yuga Pratama
Bogor, tvrijakartanews - Masjid Raya Bogor menjadi salah satu ikon keagamaan di Kota Bogor yang telah berdiri sejak era 1970. Masjid ini digagas sebagai pusat kegiatan umat Islam sekaligus pusat pengembangan dakwah di wilayah Bogor.
Sekretaris Masjid Raya Kota Bogor, Badri Al Asy’ari, menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini diinisiasi oleh Wali Kota Bogor saat itu, Letkol (Purn) Ahmad Syam.
“Ide awalnya muncul pada tahun 1965. Beliau ingin mendirikan ikon Masjid Raya Kota Bogor. Setelah melalui berbagai proses dan upaya, peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1970,” ujarnya.
Menurut Badri, konsep arsitektur masjid mengusung gaya Timur Tengah dan dirancang oleh Friedrich Silaban, arsitek yang juga terlibat dalam pembangunan Masjid Istiqlal. Masjid Raya Bogor kemudian diresmikan pada tahun 1979 dan resmi dibuka untuk umum.
Sejak awal, lanjut Badri, masjid ini memang dirancang bukan sekadar tempat ibadah.
“Keinginan Pak Ahmad Syam waktu itu, masjid ini menjadi episentrum kegiatan keagamaan sekaligus Islamic Center, yang dikenal dengan Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB),” jelasnya.

Dalam perjalanannya, Masjid Raya Bogor telah mengalami dua kali revitalisasi. Revitalisasi terakhir dilakukan pada era 2000-an dengan dukungan dana dari Pemerintah Kota Bogor saat kepemimpinan Wali Kota Diani Budiarto.
Memasuki bulan Ramadan, aktivitas masjid meningkat signifikan. Berbagai kegiatan digelar setiap hari, mulai dari kajian kultum tarawih, tadarus Al-Qur’an, kuliah subuh, kajian zuhur, hingga kajian menjelang berbuka puasa.
“Alhamdulillah, setiap hari kami juga menyiapkan sekitar 300 sampai 500 porsi untuk berbuka puasa. Banyak masyarakat yang ikut membantu menyediakan hidangan bagi jemaah,” kata Badri.
Selain itu, Masjid Raya Bogor juga menjadi lokasi pemberangkatan jemaah haji setiap tahunnya.
Dari sisi fasilitas, masjid yang berdiri di atas lahan lebih dari satu hektare ini terdiri dari dua lantai, meliputi ruang utama salat, plaza, hingga area PPIB.
Fasilitas penunjang lainnya seperti area parkir, ruang istirahat bagi masyarakat, ruang imam dan muadzin, serta aula untuk seminar dan kegiatan majelis taklim turut melengkapi fungsi masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan di Kota Bogor.

