BGN Sesuaikan Menu dan Waktu Distribusi Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Ilustrasi - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, tvrijakartanews - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan menu khusus berupa makanan tahan lama seperti kurma, telur rebus, telur asin, telur pindang, hingga penganan lokal untuk disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan.

Menu tersebut dirancang agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

"Terkait dengan menu yang untuk dibawa pulang, itu kami sudah tetapkan lebih banyak dengan contohnya kurma, telur rebus atau telur asin, telur pindang," kata Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam keterangannya di Jakarta yang diketahui, Selasa (10/2/2026).

"Kemudian ada abon, buah, susu, dan penganan-penganan lokal yang saya kira secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan, yang tahan lama," jelasnya.

Penyesuaian menu menjadi bagian dari empat mekanisme pelaksanaan MBG selama Ramadan, yang disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat dan wilayah pelaksanaan.

Ia menjelaskan, mekanisme pertama menyasar anak sekolah di wilayah dengan mayoritas penduduk menjalankan ibadah puasa. Selain disesuaikan dari sisi waktu konsumsi, jenis makanan yang diberikan juga dipastikan memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan menu harian.

"Untuk anak sekolah yang mayoritas di daerah puasa, itu makanannya akan berupa makanan yang tahan lama ya, yang untuk dibawa pulang dan untuk dikonsumsi saat buka," kata Dadan.

Sementara itu, mekanisme kedua diterapkan bagi anak sekolah di wilayah dengan mayoritas penduduk tidak berpuasa. Di daerah tersebut, pelayanan MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan waktu.

"Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanannya normal ya. Seperti biasa, makan di jam biasa karena mayoritas tidak puasa," katanya.

Mekanisme ketiga berlaku bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Kelompok ini tetap mendapatkan pelayanan MBG secara normal selama Ramadan.

"Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, itu pelayanannya juga normal," kata Dadan.

Adapun mekanisme keempat dikhususkan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan pondok pesantren. Meski jumlah dan jenis makanan tetap sama, waktu distribusi digeser ke sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

"Untuk SPPG yang ada di dalam pesantren dan penerima manfaatnya juga di pesantren, maka pelayanan normal tetapi waktunya digeser ke sore hari menjelang buka puasa," jelas Dadan.