Kemensos Fokus Salurkan Bansos untuk Perkuat Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Momen sekretaris kabinet dan beberapa menteri dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN Idul Fitri 2026 yang juga membahas diskon tarif Lebaran, kebijakan Working from Anywhere (WFA), serta bantuan pangan, di Gambir, Jakarta, pada Selasa (10/2). Foto : Istimewa/ Kemensos

Jakarta, tvrijakartanews - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Kementerian Sosial akan memfokuskan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat pada desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kebijakan ini diambil untuk memperkuat daya beli masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Sesuai hasil rapat dengan Pak Menko, fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4," kata Gus Ipul. Dilansir dari keterangan tertulis yang diketahui, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis bansos yang disalurkan melalui Kementerian Sosial. Pertama, bansos reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Total anggaran yang dialokasikan untuk kedua program tersebut mencapai Rp17,5 triliun dan ditujukan bagi 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Kedua, bansos adaptif yang mencakup bantuan kebencanaan serta bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bantuan kebencanaan meliputi bantuan isi rumah, bantuan pemberdayaan, hingga jaminan hidup bagi masyarakat terdampak bencana. Sementara itu, ATENSI diberikan kepada keluarga yang membutuhkan perhatian sosial khusus.

Gus Ipul menegaskan, seluruh penyaluran bantuan mengacu pada DTSEN yang diolah oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan terus diperbarui oleh Kementerian Sosial.

Ia mengakui data yang ada belum sepenuhnya sempurna, sehingga pemutakhiran data menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

"Kami semuanya terbuka dan kami sudah siapkan prosedur. Tetapi saya harus sampaikan memang data kami belum sempurna. Maka itulah lewat saluran-saluran yang ada kita ingin menyempurnakan data," kata Gus Ipul.

Untuk mendukung akurasi data, Kemensos menyediakan sejumlah kanal pemutakhiran dan pengaduan. Masyarakat dapat mengusulkan atau menyanggah data melalui jalur formal berjenjang mulai dari RT/RW hingga kepala daerah.

Selain itu, tersedia pula aplikasi Cek Bansos dan layanan Command Center Kemensos di nomor 021-171 yang beroperasi 24 jam. Kemensos juga tengah menyiapkan hotline WhatsApp sebagai kanal aduan tambahan.

Selain membahas bantuan sosial, saat konferensi pers sempat mengulas berbagai fasilitas pemerintah lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026.