
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. (Istimewa)
Jakarta, tvrijakartanews – Perum BULOG mencatat pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3.191.969 ton, yang berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras. Data tersebut berdasarkan hingga 31 Desember 2025.
“Capaian ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani,” kata Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani ditemui di Kantor Bulog, Jakarta, Jumat (2/12/2025).
Rizal menambahkan penyerapan GKP tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Perum BULOG. Dirut BULOG menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kehadiran aktif BULOG di lapangan.
“Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” ujarnya.
Selain beras, Rizal menjelaskan pihaknya juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri atas 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton komersial.
“Langkah ini menjaga stabilitas harga di tingkat produsen serta memastikan keberlanjutan pasokan jagung nasional,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan fase krusial dalam penguatan peran BULOG di seluruh rantai pangan nasional, mulai dari hulu hingga hilir.
“Tahun 2025 adalah momentum konsolidasi peran BULOG sebagai stabilisator pangan nasional. Fokus kami jelas: melindungi petani, menjaga cadangan pangan, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang stabil dan terjangkau,” pungkasnya.

