
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Humas Kemenko Bidang Perekonomian)
Jakarta, tvrijakartanews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pentingnya peran sektor swasta dalam mempercepat proses aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Airlangga mengatakan Indonesia berkomitmen mempercepat proses aksesi OECD sebagai bagian dari agenda besar reformasi struktural dan peningkatan daya saing ekonomi.
"Aksesi OECD bukan sekadar proses teknis, tetapi merupakan prioritas strategis nasional dan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Airlangga menjelaskan forum tersebut mempertemukan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Inggris, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, serta para pemimpin dunia usaha internasional.
Selain itu, Airlangga menilai penyelarasan kebijakan Indonesia dengan standar OECD akan memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas regulasi, serta mendorong daya saing ekonomi nasional.
"Secara berkelanjutan, sehingga akan mampu meningkatkan investasi dan mendorong perekonomian nasional," ujar Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menjelaskan apresiasi kepada Pemerintah Inggris atas dukungan berkelanjutan dalam proses aksesi Indonesia ke OECD.
Apresiasi juga diberikan kepada BCG atas dukungan teknis yang diberikan, khususnya dalam mendampingi Tim Nasional untuk mendorong percepatan aksesi Indonesia ke OECD.
"Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha dan mitra internasional, Indonesia optimis akan dapat mempercepat proses aksesi OECD, untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ucap Airlangga.
Sementara, Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Republik Indonesia Dominic Jermey menilai momentum pertemuan ini sangat penting. Pasalnya, kedua negara telah menyepakati United Kingdom-Indonesia Strategic Partnership.
Pada hari yang sama, Menko Airlangga juga dijadwalkan menandatangani Indonesia-United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi bilateral.
Dari kalangan dunia usaha, Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa besarnya skala ekonomi Indonesia membutuhkan dukungan yang kuat agar mampu tumbuh lebih tinggi.
Salah satu langkah strategis yang dinilai krusial adalah melalui aksesi Indonesia ke OECD. Senada dengan itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie menegaskan dukungan penuh Kadin dan sektor swasta dalam mempercepat proses aksesi tersebut.
Pada sesi panel, Global Expert on Geopolitics and Trade Tim Figures memaparkan pengalaman sejumlah negara yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) setelah menjadi anggota OECD.
Senada, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta W. Kamdani menegaskan kembali komitmen sektor swasta dan pentingnya terus mengedukasi dunia usaha mengenai arti strategis serta implikasi positif aksesi OECD bagi Indonesia.
Pertemuan ini sekaligus menandai official kick-off keterlibatan sektor swasta dalam mendukung aksesi Indonesia ke OECD, dengan dukungan dari UK FCDO dan Growth Gateway Programme. Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat dialog dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

