
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Tvrijakartanews/ John Abimanyu)
Jakarta, tvrijakartanews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp54,6 triliun hingga akhir Januari 2026. Untuk defisit anggaran tersebut setara 0,21 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
"Posisi defisit APBN tercatat mencapai Rp54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026," kata Purbaya dalam keterangannya pada konferensi pers APBN KITA EDISI Februari 2026, di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Purbaya menambahkan realisasi APBN hingga 31 Januari 2026 menunjukkan kinerja yang solid.
Menurut Purbaya, untuk pendapatan negara telah mencapai Rp172,7 triliun atau 5,5 persen dari target APBN, tumbuh sebesar 9,5 persen year on year.
"Kinerja ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tetap kuat serta PNBP yang mulai menunjukkan pemulihan di luar komponen non-berulang tahun lalu," jelasnya.
Dikatakan Purbaya, di sisi anggaran belanja negara yang terealisasi sebesar Rp227,3 triliun atau 5,9 persen dari pagu APBN tumbuh tinggi sebesar 25,7 persen year on year.
Lebih lanjut, Purbaya menuturkan hal ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun mendukung program prioritas menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama.
"Pertumbuhan pajak di bulan Januari itu tumbuhnya 30,7 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun ada perbaikan sedikit atau banyak dari efisiensi pengumpulan pajak. Saya harap ke depannya akan berlanjut terus," tuturnya.
Sementara itu, defisit berkesinambungan primer tercatat sebesar Rp4,2 triliun menunjukkan posisi fiskal yang tetap terkelola secara prudent. Sedangkan dari sisi pembiayaan, realisasi mencapai Rp105,1 triliun atau 15,2 persen dari target.
"Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi dan defisit yang tetap terkendali. Kita optimis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026," pungkasnya.

