
Ilustrasi logo Bank Indonesia. (Tvrijakartanews/ John Abimanyu)
Jakarta, tvrijakartanews - Bank Indonesia (BI) menyampaikan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) mencatat mencatat harga properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 diindikasikan tumbuh terbatas, terlihat dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang relatif stabil.
"IHPR pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 0,83 persen (year on year/yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2025 sebesar 0,84 persen (yoy)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Denny menjelaskan BI mencatat bahwa perkembangan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan harga rumah tipe menengah yang mencatatkan indeks sebesar 113,57, tumbuh sebesar 1,12 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan III 2025 sebesar 1,18 persen (yoy).
"Di sisi lain, harga rumah tipe kecil mencatatkan indeks 113,83, tumbuh sebesar 0,76 persen (yoy) pada triwulan IV 2025, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,71 persen (yoy)," ujarnya.
Sedangkan untuk harga rumah tipe besar mencatatkan indeks sebesar 108,07, tumbuh stabil sebesar 0,72 persen (yoy) dibandingkan triwulan III 2025.
Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe kecil dan menengah tumbuh positif di tengah penjualan unit properti tipe besar yang masih terkontraksi.
Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tumbuh positif sebesar 7,83 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan penjualan pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 1,29 persen (yoy).
Dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 80,14 persen.
Sedangkan dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian kredit pemilikan rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,88 persen dari total skema pembelian.

