Kawasan Puncak Terus Diserbu Wisatawan, Dirlantas Polda Jabar: Tahun Ini Alami Penurunan Kendaraan Dibanding Tahun Lalu
NewsHot
Redaktur: Citra Sandy Anastasia

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Dodi Daryanto saat memberikan keterangan pers di Pospam Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 2 April 2025 / Foto: Dimas Yuga Pratama

Bogor, tvrijakartanews - Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Bogor terus melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Dodi Daryanto menuturkan, bahwa secara umum kondisi lalu lintas di wilayah Jawa Barat khususnya dikawasan Puncak Bogor masih terkendali meskipun adanya peningkatan volume kendaraan.

"Kalau kita lihat, jalur dari arah Puncak tadi juga sudah beberapa kali ditarik dan dilakukan manajemen rekayasa, yaitu manajemen rekayasa buka tutup yang mana perlu diketahui jumlah kapasitas sekarang yang bisa ditampung di kawasan puncak 70 ribu (kendaraan)," tuturnya kepada wartawan di Pos Pengamanan Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 2 April 2025 malam.

Pada H+2 momen libur lebaran tahun ini, polisi mencatat sebanyak 88 ribu lebih kendaraan memasuki kawasan Puncak.

"Namun dibanding tahun lalu itu 130 ribu (H+2 lebaran tahun 2024). Jadi walaupun jumlahnya banyak, ini lebih sedikit daripada tahun yang lalu," paparnya.

Menurutnya, dikawasan Puncak sendiri terdapat 12 tempat wisata yang seluruhnya telah ditempatkan sejumlah personel baik dari Sat Samapta serta Sat Brimob.

Sehingga, petugas dilapangan juga akan terus menerapkan rekayasa lalin diantaranya penerapan sistem one way, ganjil genap, serta contra flow dari akses Tol Ciawi KM 44 hingga KM 46.

"Selanjutnya, masalah joki yang ada di kawasan Puncak ini pak Kapolres maupun Polda (Jabar) sudah menyiapkan tim khusus sedemikian rupa, banyak polisi yang melaksanakan patroli di sana baik dari Samapta, Brimob, baik polisi tidak berseragam itu yang mengamankan orang orang yang tidak bertanggung jawab yang menjadi joki penunjuk arah yang berbayar di kawasan tersebut," jelasnya.

"Sehingga diharapkan masyarakat yg berwisata di kawasan puncak dpt lebih aman lagi," sambungnya.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa, rekayasa lalin yang saat ini diterapkan masih terbilang berjalan sesuai mestinya yang tentunya untuk mengantisipasi kepadatan lebih parah di jalur Puncak.