
Pos Pelayanan Ops Ketupat Lodaya 2025 Cikaledong. Foto : Frandes M Sitepu
Nagreg, tvrijakartanews – Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, masih menjadi salah satu titik krusial dalam arus mudik dan balik Idulfitri 1446 H. Pada H+1, Rabu, 2 April 2025, lalu lintas di kawasan ini terpantau lancar cenderung dengan volume kendaraan yang terus meningkat seiring dengan pergerakan masyarakat untuk bersilaturahmi, berwisata, atau kembali ke kota asal.
Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, tercatat sebanyak 67.868 kendaraan melintas dari arah Bandung menuju Garut/Tasikmalaya hingga pukul 18.00 WIB. Sementara itu, arus sebaliknya, dari Garut/Tasikmalaya menuju Bandung, mencapai 89.373 kendaraan.
Jika dibandingkan dengan hari kedua Lebaran (H2), Selasa, 1 April 2025, volume lalu lintas pada H+1 ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Arus kendaraan menuju Bandung turun sebesar 40,1%, sementara arus menuju Garut/Tasikmalaya mengalami sedikit kenaikan sebesar 14.42%. Hal ini mengindikasikan bahwa puncak arus mudik dan perjalanan silaturahmi terjadi sehari sebelumnya, sementara pada H+1, lalu lintas mulai berangsur normal.
Meskipun terjadi penurunan volume kendaraan, petugas di Pos Pelayanan Ops Ketupat Lodaya 2025 tetap bersiaga untuk mengatur arus lalu lintas, terutama di titik-titik rawan kepadatan seperti turunan Cikaledong.
Adapun pada hari ini, Kamis, 3 April 2025, sempat terjadi insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan truk pengangkut BBM dan tiga kendaraan pemudik di turunan Cikaledong sekitar pukul 10.30 WIB. Kecelakaan ini menyebabkan lalu lintas tertahan sementara hingga proses evakuasi selesai. Setelahnya, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem one-way pada pukul 11.45 WIB hingga 12.30 WIB untuk memperlancar arus kendaraan yang mengarah ke Bandung dan Jakarta.
Dengan pergerakan kendaraan yang mulai menunjukkan tren penurunan, petugas mengantisipasi lonjakan arus balik dalam beberapa hari ke depan. Para pemudik diimbau untuk tetap berhati-hati saat berkendara, memanfaatkan rest area yang tersedia, serta memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke kota asal.
Situasi arus lalu lintas di Nagreg hingga malam hari tetap dalam kondisi terkendali dengan dukungan penuh dari pihak kepolisian, dinas perhubungan, serta masyarakat lokal yang turut membantu kelancaran lalu lintas.