Pramono Bantah Masuk Damkar DKI Harus Bayar Rp 50 Juta
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ( Foto : Rachmat Wijaya )

Jakarta,tvrijakartanews - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membantah dugaan adanya pungutan liar (pungli) sebesar Rp 50 juta untuk bisa diterima menjadi petugas Damkar DKI. Ia menyebutkan bahwa tidak ada biaya atau gratis dalam proses seleksi. 

"Gak benar itu, gak ada. Karena pendaftarannya aja pakai online," kata Pramono keterangannya di Jakarta, Rabu ( 6/8/2025).

Ia juga menerangkan, bahwa perekrutan secara resmi saat ini belum dimulai. bahkan, ia menegaskan perekrutan petugas Damkar ini juga akan dilakukan secara terbuka dan tidak hanya warga Jakarta tetapi juga untuk semua warga negara Indonesia.

"Kami ingatkan proses seleksi akan dilakukan dengan sistem berbasis daring,"terangnya.

"Saya sudah menyetujui penambahan kuota baru, baik untuk PPSP, PPSU, maupun damkar. Untuk damkar, kuotanya tahun ini 1.000 pekerja baru,"sambunya.

Kemudian, ia meminta untuk mekanisme rekrutmen, seleksi calon petugas damkar sepenuhnya dikoordinasikan oleh instansi terkait, dalam hal ini Dinas Gulkarmat dan Suku Dinas wilayah masing-masing. 

"Karena performa Damkar selama ini sangat baik, saya memberikan kepercayaan penuh kepada dinas,"ucapnya.

Meski demikian, ia menambahkan proses finalisasi tetap akan melibatkan dirinya dan Wakil Gubernur DKI, Rano Karno guna menjamin transparansi proses seleksi tersebut.

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial mengenai dokumen tentang tahapan perekrutan petugas Damkar. Dalam dokumen tersebut tertulis akan dimulai perekrutan pada 1 Agustus 2025 hingga nantinya akan langsung bekerja para Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) Dinas Gulkarmat pada Oktober 2025.