Panggil CEO Danantara ke Hambalang, Prabowo Bahas Proyek Hilirisasi Rp 100 Triliun
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas perkembangan sejumlah proyek strategis nasional, terutama terkait hilirisasi industri yang nilai investasinya mencapai Rp 100 triliun. Foto Sekretariat Presiden

Jakarta, tvrijakartanews – Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas perkembangan sejumlah proyek strategis nasional, terutama terkait hilirisasi industri yang nilai investasinya mencapai Rp 100 triliun.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan tersebut mencakup tiga poin krusial, salah satunya mengenai persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi.

"Dibahas perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan," ujar Teddy melalui pernyataan di akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (5/1/2025).

Proyek hilirisasi yang dijalankan Danantara direncanakan tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Proyek ini menelan investasi sekitar 6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 100 triliun.

Langkah ini diarahkan untuk mendukung penguatan struktur industri nasional melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri. Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan pabrik mulai dari sektor energi hingga mineral yang akan dilakukan secara bertahap.

Beberapa proyek utama yang telah masuk dalam daftar prioritas antara lain:

  • Industri Smelter Aluminium (Bauksit) Smelter Grade Alumina Refinery di Kalimantan Barat.
  • Pabrik Bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah.
  • Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Jawa Timur.

Rosan Roeslani sebelumnya telah melaporkan kepada Presiden bahwa terdapat lima hingga enam proyek yang pembangunannya siap dimulai pada Januari 2026. "Saya lapor ke Presiden Prabowo, kita groundbreaking di lima proyek, enam project. Pokoknya yang siap akan bertahap," ungkap Rosan pada 17 Desember 2025 lalu.

Selain sektor hilirisasi mineral dan energi, pertemuan di Hambalang juga membahas progres proyek Waste to Energy atau pengolahan sampah menjadi energi.

Fokus proyek ini adalah penertiban pengelolaan sampah di berbagai daerah agar volume sampah terbuka dapat berkurang signifikan.

"Perkembangan Projects Waste to Energy ini diharapkan membuat volume sampah terbuka tidak hanya berkurang, namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi," kata Teddy.

Langkah koordinasi antara Presiden dan Menteri Investasi ini dilakukan di tengah upaya pemerintah memastikan ketahanan energi nasional. Berdasarkan laporan harian sebelumnya, pemerintah juga terus memantau pemulihan sistem kelistrikan pascabencana di wilayah Sumatera dan menjamin ketersediaan stok energi nasional.