
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin masa depan generasi bangsa. Kebijakan ini, menurut Presiden, lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi gizi jutaan anak Indonesia yang masih memprihatinkan. Foto Istimewa
Jakarta, tvrijakartanews - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin masa depan generasi bangsa. Kebijakan ini, menurut Presiden, lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi gizi jutaan anak Indonesia yang masih memprihatinkan.
Presiden mengungkapkan hasil berbagai kajian yang menunjukkan lebih dari 20 hingga 30 persen anak Indonesia mengalami kekurangan gizi. Kondisi tersebut, kata Presiden, berdampak langsung pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Ini bukan sekadar angka. Kita bicara tentang anak-anak yang mengalami stunting, pertumbuhan tidak normal, dan berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Banyak yang makan hanya nasi dengan lauk seadanya,” ujar Presiden Prabowo dikutip, Rabu (7/1/2026).
Situasi tersebut, lanjut Presiden, menuntut negara untuk tidak tinggal diam. Pemerintah memilih melakukan intervensi langsung dan terukur melalui Program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah strategis menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman kelaparan dan kemiskinan struktural.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hingga awal Januari 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak sekolah dan ibu hamil. Capaian tersebut diraih tepat satu tahun sejak program ini dijalankan secara nasional.
“Hari ini saya menerima laporan bahwa 55 juta anak Indonesia menerima makanan bergizi setiap hari. Ini adalah sesuatu yang patut kita syukuri dan banggakan sebagai bangsa,” katanya.
Meski demikian, Presiden mengakui bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan dan potensi penyimpangan. Namun berdasarkan evaluasi menyeluruh, tingkat keberhasilan program MBG mencapai sekitar 99 persen, dengan berbagai perbaikan dan pengawasan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kekurangan sekecil apa pun tetap harus kita atasi. Pengawasan diperketat, langkah pengamanan terus dilakukan. Yang terpenting, negara hadir dan bertindak,” tegas Presiden.
Di akhir arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan yang bertanggung jawab adalah kepemimpinan yang berani bekerja keras untuk menghapus kelaparan dan kemiskinan. Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk tetap yakin dan konsisten berada di jalur yang benar demi keselamatan dan masa depan bangsa.
“Kalau niat kita bersih, bekerja untuk kepentingan rakyat dan bangsa, kita tidak perlu ragu dan tidak perlu gentar,” pungkasnya.

