Partai Gema Bangsa Siap Deklarasi di JICC, Tegaskan Dukungan ke Prabowo untuk 2029
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Partai Gema Bangsa bersiap menandai langkah politiknya dengan deklarasi resmi sebagai partai baru menjelang Pemilu 2029. Momentum deklarasi yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (17/1/2026), sekaligus menjadi penegasan arah politik partai yang menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029. Foto Istimewa

Jakarta, tvrijakartanews — Partai Gema Bangsa bersiap menandai langkah politiknya dengan deklarasi resmi sebagai partai baru menjelang Pemilu 2029. Momentum deklarasi yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (17/1/2026), sekaligus menjadi penegasan arah politik partai yang menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029.

Sekretaris panitia deklarasi, Hardiansyah, mengatakan acara ini bertepatan dengan satu tahun perjalanan Partai Gema Bangsa membangun fondasi organisasi. Dalam kurun tersebut, partai mengklaim telah membentuk 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di kabupaten/kota.

“Pada 17 Januari 2025 para pendiri dan inisiator me-launching Partai Gema Bangsa. Tepat setahun kemudian, 17 Januari 2026, kami mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru di JICC,” ujar Hardiansyah dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Selain deklarasi kelembagaan, Partai Gema Bangsa juga mengumumkan dukungan politik kepada Prabowo Subianto untuk Pilpres 2029. Hardiansyah menilai terdapat kesamaan visi, khususnya pada gagasan kemandirian nasional. “Pak Prabowo kerap menekankan berdiri di kaki sendiri dan mandiri di negeri sendiri. Itu selaras dengan visi kami,” kata dia.

Meski demikian, Hardiansyah menegaskan dukungan tersebut bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi seiring komitmen pemerintah menjalankan visi dan misi yang dijanjikan.

Di sisi lain, Partai Gema Bangsa menyatakan perbedaan pandangan dengan wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurut Hardiansyah, mekanisme pilkada tidak langsung berpotensi menjadi kemunduran demokrasi. “Demokrasi kita seharusnya terus berkembang. Jika pemilihan dikembalikan ke DPRD, itu langkah mundur dan tidak sejalan dengan semangat reformasi,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan, menyebut Prabowo Subianto diundang dalam deklarasi, namun berhalangan hadir. “Kami sadar sebagai partai baru, kehadiran beliau tidak memungkinkan. Namun deklarasi ini tetap menjadi komitmen kami kepada publik,” kata Sopiyan.

Sopiyan menambahkan, deklarasi ini meneguhkan komitmen Partai Gema Bangsa untuk menjadi wadah perjuangan politik yang menjunjung integritas, keadilan sosial, dan kemajuan bangsa. Partai ini mengusung tiga visi besar: Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn.

Rencananya, deklarasi akan dihadiri oleh 514 pengurus daerah dan total 1.124 pengurus dari seluruh Indonesia yang tersebar di 38 provinsi.