
PENGGUNA LRT Jabodebek Mencoba Layar Interaktif ( Foto : Isitmewa )
Jakarta,tvrijakartanews - KAI menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui implementasi Layar Interaktif di tujuh stasiun LRT Jabodebek yakni, Dukuh Atas, Kuningan, Cawang, Cikunir 1, Jatimulya, TMII, dan Harjamukti. Fasilitas ini merupakan bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi yang juga memberikan kemudahan akses bagi pengguna LRT Jabodebek.
"Layar Interaktif menyediakan tiga fitur utama, yakni survei kepuasan pelanggan dengan metode rating bintang atau emotikon, peta interaktif yang dapat membantu pelanggan menemukan lokasi fasilitas maupun rute perjalanan, serta layanan pengaduan digital yang terintegrasi secara real-time,"kata Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika di Jakarta, Kamis ( 26/2/26).
Raditya mengatakan bahwa Layar Interaktif merupakan bagian dari transformasi pelayanan berbasis teknologi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Terlebih, lanjut kata dia, Digitalisasi layanan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas operasional sekaligus pengalaman pelanggan era modern saat ini.
“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat, tetapi membangun sistem yang terintegrasi dan berbasis data. Dengan Layar Interaktif, KAI dapat memantau penilaian layanan secara langsung, menerima aduan secara real-time, serta memastikan tindak lanjut yang lebih terstruktur,"ucapanyam
"Ini bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, transparan, dan responsif,”tambahnya.
Kemudian ia juga menjelaskan, keunggulan sistem ini tidak hanya menampilkan denah fasilitas di dalam stasiun, tetapi juga menghadirkan peta area luar stasiun, termasuk akses jalan dan konektivitas dengan moda transportasi lain. Dengan demikian, pelanggan dapat memperoleh informasi perjalanan secara lebih komprehensif dalam satu layar.
Selain itu, ia menambahkan, pada layanan pengaduan, setiap laporan yang disampaikan melalui sistem akan tercatat dan pengguna LRT Jabodebek akan memperoleh nomor laporan sebagai referensi untuk tindak lanjut. Ia menyebut Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, petugas frontliner telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengedukasi pengguna serta mendukung transisi menuju layanan berbasis digital.
"Transformasi ini menegaskan komitmen KAI dalam memperkuat tata kelola perusahaan berbasis teknologi sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban,"pungkasnya.

