
Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Datuk H Said Aldi Al Idrus menyampaikan sikap organisasi yang sejalan dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk serangan militer yang dilaporkan terjadi di Teheran. Foto Istimewa
Jakarta, tvrijakartanews – Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Datuk H Said Aldi Al Idrus menyampaikan sikap organisasi yang sejalan dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk serangan militer yang dilaporkan terjadi di Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Said Aldi menyatakan, AMPG menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya ketegangan kawasan yang dinilai berpotensi memperluas konflik dan menimbulkan dampak kemanusiaan.
Ia menegaskan, setiap negara memiliki kedaulatan yang harus dihormati sesuai prinsip hukum internasional . Menurutnya, pandangan tersebut sejalan dengan sikap politik Bahlil Lahadalia yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penyelesaian konflik melalui jalur damai.
“Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer,” ujar Said Aldi dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Ia juga menilai eskalasi konflik berisiko memicu ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada situasi global, termasuk aspek ekonomi dan energi. Dalam pernyataannya, Said Aldi menyampaikan bahwa AMPG mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam forum internasional guna mendorong penghentian kekerasan dan membuka ruang dialog.
“Indonesia, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Kita tidak boleh diam,” katanya.
Said Aldi yang didampingi sejumlah pengurus AMPG juga mendorong penguatan jalur diplomasi melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar konflik tidak semakin meluas.
“Jika konflik ini terus bereskalasi, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global—termasuk pada stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, sesuai sikap politik Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, upaya mendorong perdamaian tidak cukup berhenti pada pernyataan moral, melainkan perlu diikuti langkah konkret melalui diplomasi aktif.
“Kita harus mendorong dunia kembali pada kesadaran bahwa kekuatan sejati bukan pada rudal dan bom, melainkan pada kemampuan membangun perdamaian. Jika kekerasan terus dijadikan solusi, maka dunia sedang berjalan mundur,” tuturnya.
AMPG berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai jalan utama penyelesaian konflik, sehingga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia tetap terjaga.

