Presiden Prabowo Tekankan Kesiapsiagaan TNI Hadapi Dinamika Ancaman Global
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan rutin bersama jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia di Istana Merdeka. Pertemuan tersebut dihadiri Panglima dan Wakil Panglima TNI, serta Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara sebagai forum koordinasi strategis antara Presiden selaku Panglima Tertinggi dengan pucuk pimpinan militer. Foto Istimewa

Jakarta, tvrijakartanews - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan rutin bersama jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia di Istana Merdeka. Pertemuan tersebut dihadiri Panglima dan Wakil Panglima TNI, serta Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara sebagai forum koordinasi strategis antara Presiden selaku Panglima Tertinggi dengan pucuk pimpinan militer.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Presiden menyampaikan arahan terkait strategi pertahanan dan keamanan nasional, termasuk penajaman kesiapsiagaan dan respons menghadapi dinamika ancaman kontemporer.

"Arahan Presiden juga mencakup pembahasan rencana geostrategi ke depan yang menuntut sinkronisasi kebijakan pertahanan dengan perkembangan lingkungan strategis regional dan global," ujar Teddy dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Lebih lanjut, Teddy menjelaskan Presiden menekankan pentingnya soliditas komando, modernisasi alutsista yang terukur, serta peningkatan profesionalisme prajurit untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.

Pertemuan rutin ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penegasan garis kebijakan pertahanan negara agar seluruh matra TNI bergerak seirama dengan prioritas nasional, serta memastikan setiap langkah strategis dilaksanakan secara terpadu lintas kementerian dan lembaga.

Saat ini Indonesia berada di kawasan Indo-Pasifik yang kian dinamis, ditandai meningkatnya kompetisi geopolitik, eskalasi konflik regional, serta ancaman nonmiliter seperti kejahatan siber dan bencana. Kondisi tersebut menuntut kesiapan pertahanan yang adaptif dan terintegrasi.

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah luas dan jalur strategis, Indonesia memerlukan postur pertahanan yang mampu menjamin keamanan laut, udara, dan darat secara berimbang. Penguatan interoperabilitas antarmatra menjadi kunci dalam menghadapi tantangan lintas domain.

Pemerintah juga tengah mendorong transformasi pertahanan melalui modernisasi alutsista, penguatan industri pertahanan dalam negeri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia TNI agar selaras dengan kebutuhan operasi masa depan.

Dalam kerangka itu, pertemuan rutin Presiden dengan pimpinan TNI berfungsi menjaga kesinambungan kebijakan, memastikan implementasi strategi berjalan efektif, dan menegaskan komitmen negara terhadap pertahanan yang kredibel, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nasional.