
Foto : Dokumentasi Istimewa/ Atraksi palang pintu dipertunjukan di Tangerang Ngabesan sebagai ciri khas adat pernikahan Betawi.
Tangerang, tvrijakartanews - Pemerintah Kota Tangerang menggelar isbat nikah dan pencatatan perkawinan massal dalam rangkaiam HUT ke-33 Kota Tangerang. Tak hanya itu, Pemkot Tangerang juga menggelar resepsi pernikahan bagi seluruh peserta, menggunakan tradisi pernikahan Betawi.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menjelaskan ada sebanyak 106 pasangan, dari berbagai latar belakang mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari pasangan muda, lanjut usia hingga pasangan nonmuslim. Dimana tahun-tahun sebelumnya, program ini baru memfasilitasi para pasangan muslim. Acara ini juga bertujuan untuk merawat nilai budaya dan memperkuat persatuan.
“Isbat nikah dan pencatatan perkawinan ini kami laksanakan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, khususnya bagi warga yang telah menikah secara agama namun belum tercatat secara negara,” ujar Sachrudin, Jumat (13/2/2026).
Prosesi adat Betawi yang kental, seperti tradisi Palang Pintu dengan atraksi silat dan adu pantun jawara, menjadi daya tarik utama. Nuansa budaya yang hidup di tengah perayaan modern menunjukkan bahwa kemajuan kota tetap berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi.
"Para pasangan sebelumnya telah difasilitasi melalui Sidang Isbat Nikah dan Pencatatan Perkawinan, kami buatkan resepsi lewat Tangerang Ngebesan. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud kebersamaan dan identitas budaya kita," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urip Hermawan mengatakan, Tangerang Ngebesan merupakan upaya pelestarian tradisi budaya Betawi Tangerang yang dikemas seiring perkembangan masyarakat yang semakin heterogen.
“Tangerang Ngebesan adalah tradisi turun-temurun yang kita lestarikan. Rangkaian mulai dari rombongan pengantin pria yang dipimpin Wakil Wali Kota, penyerahan roti buaya kepada Wali Kota sebagai simbol pihak pengantin wanita, atraksi palang pintu, pantun, hingga hiburan gambang kromong dan tehyan,” jelas Boyke.

