
Murid-murid Sekolah Rakyat tampak sedang fokus memperhatikan pembicara dalam suatu kegiatan. Foto : Dok. Istimewa/ Kemendikdasmen
Jakarta, tvrijakartanews - Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Melalui program pendidikan gratis dan inklusif ini, pemerintah berupaya memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan, bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keempat Presiden Prabowo, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.
"Sekolah Rakyat adalah bukti kehadiran negara dalam menjawab Asta Cita Presiden Prabowo untuk memastikan pendidikan bermutu dapat diakses semua kalangan secara gratis," kata Mu'ti. Dilansir dari keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak ingin kendala ekonomi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk berprestasi. Setiap anak, tegasnya, berhak memperoleh jaminan masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan yang layak.
Di sela kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada Kamis (12/2).
Dalam kunjungan tersebut, suasana hangat terasa ketika ia memasuki salah satu ruang kelas dan berdialog dengan para murid.
Seorang murid dengan polos menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo atas hadirnya program tersebut. Ia berharap Sekolah Rakyat dapat diperluas ke seluruh Indonesia agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu bisa menikmati pendidikan gratis.
"Kepada Bapak Presiden, terima kasih sudah membuat program ini untuk anak-anak yang tidak mampu. Semoga ke depannya sekolahnya dapat menyebar ke seluruh Indonesia, agar semua bisa merasakan sekolah dengan gratis," kata murid itu.
Murid itu juga mengungkapkan cita-citanya menjadi arsitek. Ia bercerita bahwa orang tuanya bekerja sebagai kuli, dan ia memiliki ketertarikan menggambar desain bangunan sejak kecil.
"Karena orang tua saya kerjanya kuli, kebetulan saya bisa menggambar, jadi saya suka gambar desain bangunannya," kata murid itu.
Mendengar kisah itu, Mu’ti memberikan semangat agar sang murid terus belajar dengan tekun. Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi jembatan bagi anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga prasejahtera, untuk tetap hebat, kuat, dan tangkas dalam mengejar cita-cita mereka.

