
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Tangsel, tvrijakartanews – Wali Kota Benyamin Davnie mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi pelopor perubahan dalam membangun budaya bersih dan ramah lingkungan, dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat.
Menurut Benyamin, upaya mewujudkan Kota Tangsel yang sejuk dan membumi membutuhkan keteladanan nyata dari aparatur pemerintah, khususnya dalam pengelolaan sampah dan perubahan pola perilaku sehari-hari.
“Kita sebenarnya sudah memiliki gambaran solusi ke depan. Namun untuk mewujudkannya, dibutuhkan peloporan dan contoh langsung dari kita semua sebagai aparatur,” ujar Benyamin, ditulis Selasa (20/1/2026).
Sebagai langkah konkret, Benyamin meminta seluruh ASN untuk membuat lubang biopori di rumah masing-masing guna mengelola sampah organik langsung dari sumbernya. Biopori dinilai sebagai solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Saya minta semua ASN membuat biopori dengan diameter 12 sampai 20 sentimeter, disesuaikan dengan kondisi lahan. Sampah organik rumah tangga kita kembalikan ke bumi agar terurai secara alami,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembuatan biopori harus dilakukan secara terukur dan realistis, dengan jumlah yang menyesuaikan luas lahan, baik satu, dua, maupun lebih, tanpa memberatkan.
Selain pengelolaan sampah organik, Benyamin juga mendorong perubahan perilaku ASN dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ia mengajak ASN untuk mulai meninggalkan botol minum plastik, wadah makanan berbahan plastik, serta mengganti kantong plastik dengan tas kain atau wadah guna ulang.
“Ini harus menjadi upaya tersistematis untuk mengubah pola perilaku kita. Lakukan dengan kesadaran, tanpa perlu pengawasan atau pelaporan, tapi sebagai gerakan kolektif,” tegasnya.
Benyamin menekankan bahwa perubahan budaya bersih harus dimulai dari internal pemerintahan sebelum diterapkan secara luas di tengah masyarakat.
Guna mendukung hal tersebut, Benyamin bilang, Pemkot Tangsel telah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan dan regulasi yang mendorong pembiasaan perilaku ramah lingkungan.
Dalam jangka panjang, Pemkot Tangsel juga terus menata sistem pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, termasuk pengolahan sampah menjadi energi serta upaya penghijauan di berbagai wilayah kota.
Ia berharap, gerakan kecil yang dimulai dari rumah, lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan, dapat menjadi kekuatan besar apabila dilakukan secara bersama-sama.
“Kita mengajak semua pihak untuk menata kembali lingkungan kita. Lakukan inisiatif-inisiatif kecil. Jika kita bergerak bersama, ini akan menjadi gebrakan besar untuk menjadikan Tangerang Selatan lebih hijau, asri, dan nyaman,” pungkasnya.

