
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang melibatkan koordinasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, serta TNI AU. Foto : Istimewa/ BPBD DKI Jakarta
Jakarta, tvrijakartanews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sudah berjalan beberapa hari, sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem serta potensi bencana hidrometeorologi di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (22/1/2026), operasi dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Pelaksanaan OMC melibatkan koordinasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, serta TNI AU.
Pada sorti pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah overhead Perairan Selat Sunda dengan ketinggian terbang 10.000–11.000 kaki. Target operasi adalah awan jenis Cumulus Mediocris dengan ketinggian dasar sekitar 5.000 kaki dan puncak mencapai 12.000 kaki.
Sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) disemai untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek sehingga hujan terkonsentrasi di area perairan.
Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan area semai masih di Perairan Selat Sunda, tepatnya pada radial 250–300 dengan jarak 80–110 nautical mile dari Halim. Operasi dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki menggunakan 800 kilogram NaCl. Tujuan sorti ini adalah mengendalikan pertumbuhan awan hujan di perairan barat agar hujan tidak terkonsentrasi di kawasan daratan, terutama Jakarta.
Pada sorti ketiga, fokus penyemaian bergeser ke wilayah overhead Kabupaten Bekasi. Operasi dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menyebar 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO). Langkah ini ditujukan untuk menekan intensitas pembentukan awan hujan di wilayah timur yang berpotensi mempengaruhi kondisi cuaca di Jakarta.
Terkait langkah tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Mohamad Yohan, menegaskan bahwa OMC merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem.
"Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat berdampak pada wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan sekitarnya," kata Mohamad Yohan.
Kemudian, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo menambahkan, bahwa kondisi atmosfer pada hari ini menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem.
"Prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta," ungkapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan ke depan, risiko cuaca masih berada pada kategori menengah sehingga OMC direncanakan berlangsung hingga hari ini.
BPBD DKI Jakarta terus melakukan pemantauan dan evaluasi harian untuk menyesuaikan strategi OMC dengan perkembangan kondisi atmosfer.
Warga Diminta Waspada dan Menjaga Kebersihan Lingkungan
Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang, serta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk mengurangi risiko genangan.

