KPU Ungkap Kendala Cuaca dan Keamanan Jadi Tantangan Pilkada Serentak 2024
Cerdas MemilihNewsHot
Redaktur: Citra Sandy Anastasia

Ketua KPU RI, Mochamad Afifuddin. Foto Istimewa

Jakarta, tvrijakartanews – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Mochamad Afifuddin, mengakui bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga masalah keamanan. Dalam konferensi pers di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2024), Afifuddin juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat aspek pelaksanaan yang belum maksimal.

“Kami mengakui dan sekaligus memohon maaf jika ada hal-hal yang belum berjalan maksimal,” ujar Afifuddin.

Afifuddin menjelaskan, curah hujan tinggi menyebabkan lebih dari 100 tempat pemungutan suara (TPS) di Sumatera Utara tidak dapat melaksanakan Pilkada pada 27 November. TPS-TPS tersebut harus menggelar pemungutan suara ulang (PSU) atau susulan.

“Beberapa ratus TPS di Sumatera Utara terdampak banjir, sehingga pemungutan suara tidak bisa dilakukan tepat waktu. Kami telah mengatur jadwal PSU sesuai dengan ketentuan hingga H+10, yaitu paling lambat 6 Desember,” jelasnya.

Selain itu, masalah keamanan juga menjadi hambatan di beberapa wilayah Papua, khususnya Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Afifuddin mengungkapkan bahwa KPU telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan aparat keamanan untuk mengatasi kendala ini.

“Ada beberapa daerah yang masih terkendala keamanan, sehingga pleno di tingkat kecamatan atau distrik belum terlaksana sepenuhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Afifuddin menyoroti pentingnya percepatan rekapitulasi hasil pemilu melalui Sirekap, meskipun mekanisme rekapitulasi berjenjang tetap dihormati sesuai amanat undang-undang. Hingga saat ini, sekitar 400 TPS melaksanakan PSU akibat berbagai faktor, termasuk banjir dan kendala lainnya.

“Dari 400 ribu TPS secara nasional, sekitar 400 TPS harus menyusul karena kondisi di lapangan, tetapi sebagian besar sudah menyelesaikan tahapan pemungutan suara,” katanya.

Afifuddin juga mengapresiasi kemajuan dalam distribusi logistik Pilkada, terutama di daerah terluar dan terpencil. Ia mencontohkan kasus di Papua Tengah, di mana surat suara sudah tercetak 100 persen, meskipun salah satu calon wakil gubernur meninggal dunia.

“Prioritas kami adalah memastikan daerah terluar mendapat logistik lebih awal. Dukungan dari TNI-Polri sangat membantu dalam pengiriman logistik ke wilayah yang sulit dijangkau,” katanya.

Dalam penyelenggaraan Pilkada ini, Afifuddin juga menyampaikan duka atas wafatnya enam petugas penyelenggara ad hoc dan ratusan lainnya yang jatuh sakit.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya enam petugas. Skema santunan sudah kami siapkan dan jalankan,” ungkapnya.

Afifuddin menegaskan bahwa KPU akan terus mengevaluasi pelaksanaan Pilkada untuk memastikan proses Pemilu mendatang berjalan lebih baik.

“Kami menerima semua masukan dan catatan sebagai evaluasi untuk memperbaiki penyelenggaraan ke depan,” tutupnya.