Polda Jabar Prediksi Puncak Arus Balik Mudik 2025 Terjadi pada H+6 Lebaran
NewsHot
Redaktur: Citra Sandy Anastasia

Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Dodi Darjanto saat menyambangi Pospam Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 2 April 2025 / Foto: Dimas Yuga Pratama

Bogor, tvrijakartanews - Polda Jawa Barat (Jabar) memprediksi, puncak arus balik mudik lebaran tahun 2025 akan terjadi pada H+6, atau Minggu, 6 April 2025 mendatang.

Hal itu disampaikan Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Dodi Darjanto saat menyambangi Pospam Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 2 April 2025 malam.

"Puncak arus balik diprediksi pada 6 april, cuman cara manajemen rekayasa yg dilakukan itu sejak 3 april," ujarnya kepada wartawan.

Sehingga menurutnya, sebelum terjadinya puncak arus balik para pemudik itu, polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) berupa one way disejumlah titik.

"Jadi sebelum pelaksanaan one way nasional tgl 6, itu sudah dilalui one way one way terbatas atau one way lokal," paparnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa secara umum kondisi lalu lintas di wilayah Jawa Barat khususnya dikawasan Puncak Bogor masih terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan.

"Kalau kita lihat, jalur dari arah Puncak tadi juga sudah beberapa kali ditarik dan dilakukan manajemen rekayasa, yaitu manajemen rekayasa buka tutup," jelasnya.

Menurutnya, pada H+2 (2 April 2025) momen libur lebaran tahun ini, polisi mencatat sebanyak 88 ribu lebih kendaraan memasuki kawasan Puncak.

"Namun dibanding tahun lalu itu 130 ribu (H+2 lebaran tahun 2024). Jadi walaupun jumlahnya banyak, ini lebih sedikit daripada tahun yang lalu," paparnya.

Dikawasan Puncak sendiri, tambah Kombes Pol Dodi, terdapat 12 tempat wisata yang seluruhnya telah ditempatkan sejumlah personel baik dari Sat Samapta serta Sat Brimob.

Sehingga, petugas dilapangan juga akan terus menerapkan rekayasa lalin diantaranya penerapan sistem one way, ganjil genap, serta contra flow dari akses Tol Ciawi KM 44 hingga KM 46.

"Selanjutnya, masalah joki yang ada di kawasan Puncak ini pak Kapolres maupun Polda (Jabar) sudah menyiapkan tim khusus sedemikian rupa, banyak polisi yang melaksanakan patroli di sana baik dari Samapta, Brimob, baik polisi tidak berseragam itu yang mengamankan orang orang yang tidak bertanggung jawab yang menjadi joki penunjuk arah yang berbayar di kawasan tersebut," jelasnya.

"Sehingga diharapkan masyarakat yg berwisata di kawasan puncak dpt lebih aman lagi," sambungnya.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa, rekayasa lalin yang saat ini diterapkan masih terbilang berjalan sesuai mestinya yang tentunya untuk mengantisipasi kepadatan lebih parah di jalur Puncak.