Gubernur Andra Sebut Rumah Sakit Pemprov Banten Terus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Gubernur Banten, Andra Soni Didampingi Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti Saat Menerima Kunjungan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Cabang Kota Tangerang Selatan

Serang, tvrijakartanews - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Banten terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Termasuk pelayanan penanganan penderita thalasemia yang selama ini sudah berjalan.

Hal itu ditegaskan Andra Soni saat menerima Kunjungan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Cabang Kota Tangerang Selatan di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu 06 Agustus 2025.

“Ibu-ibu orang tua penderita thalasemia menyampaikan aspirasi penanganan penderita thalasemia di Provinsi Banten. Alhamdulillah selama ini penanganan sudah berjalan. Dalam perkembangannya tentu banyak hal-hal yang perlu diperbaharui dan ditingkatkan,” kata Andra Soni.

Menurutnya, penderita thalasemia juga membutuhkan perhatian karena mereka juga adalah pejuang kehidupan.

“Kita harus bisa bersama - sama membantu, termasuk dengan BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Andra mengaku, Rumah Sakit Pemprov Banten selama ini sudah menangani serta BPJS Kesehatan juga sudah menanggung. Perlu juga mengkomunikasikan kepada rumah sakit lainnya agar bisa melakukan penanganan kepada penderita thalasemia.

Ketua POPTI Cabang Kota Tangerang Selatan Rahma Fari mengaku, bersyukur telah diterima menyampaikan aspirasi orang tua penderita thalasemia kepada Gubernur Banten Andra Soni.

Dikatakan, pelayanan terhadap penderita thalasemia selama ini sudah baik namun ada harapan yang belum terealisasi yakni pemberian kelasi besi yang dikonsumsi penderita thalasemia seumur hidup.

“Itu belum tercover (ditanggung, red) oleh BPJS Kesehatan khususnya di rumah sakit tipe B,” ucap Rahma.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, ada kecenderungan peningkatan penderita thalasemia du nasional dan di Provinsi Banten yg saat ini jumlah penderita thalasemia sebanyak 835 orang. Sehingga perlu dilakukan peningkatan pelayanan penanganan penderita thalasemia di rumah sakit pemerintah maupun swasta.

"Tantangan pelayanan penderita thalasemia adalah keberadaan dokter spesialis darah. Selain itu, tidak semua RS dapat memberikan layanan Thalasemia dimana dari 135 RS yang ada di Banten hanya ada 20 RS yang dapat memberikan penanganan thalasemia dg hanya 14 RS yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Sesuai arahan Pak Gubernur, lanjut Ati, pihaknya mengimbau kepada seluruh rumah sakit untuk turut berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan thalasemia.

“Dalam upaya preventif, para calon pengantin harus cek kesehatan. Kalau kedua orang tua pembawa sifat, otomatis anaknya menderita thalasemia mayor. Akan memerlukan transfusi darah setiap saat seumur hidupnya,” jelasnya.