Kemensos–Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Kreativitas Siswa Sekolah Rakyat
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (kiri tengah) bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (kanan tengah) membahas pengembangan kreativitas siswa Sekolah Rakyat melalui program ekonomi kreatif. Foto : Istimewa/ Kemensos

Jakarta, tvrijakartanews - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) sepakat berkolaborasi untuk mendorong pengembangan kreativitas siswa Sekolah Rakyat melalui program ekonomi kreatif.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Kemenekraf telah menyiapkan kurikulum khusus yang akan diajarkan di Sekolah Rakyat guna memperkuat kapasitas dan keterampilan siswa.

"Agar mereka nanti secara terukur mampu meningkatkan kapasitas dan bisa mengembangkan dirinya, khususnya di bidang kreativitas," kata Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta yang dikutip, Jumat (29/8/2025).

Menurut Gus Ipul, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga membantu keluarga mereka menjadi lebih mandiri.

Kembangkan Bakat dan Keterampilan Sejak Dini

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menilai, Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo memiliki potensi besar untuk membangun keterampilan anak sejak usia dini.

"Kita tahu bahwa ekonomi kreatif saat ini sedang berkembang di berbagai daerah apakah itu musik, apakah itu kaitannya dengan digitalisasi, apakah itu fashion, kuliner dan sebagainya," kata Riefky. 

"Dan kami melihat bahwa sekolah rakyat itu bisa melahirkan potensi-potensi yang luar biasa pada anak-anak kita dengan memberikan pembekalan dan keterampilan," sambungnya. 

Ia menjelaskan, kurikulum yang disusun akan disesuaikan dengan kebutuhan industri kreatif di setiap daerah, sehingga lulusan Sekolah Rakyat dapat langsung mengaplikasikan keterampilannya, baik untuk bekerja maupun berwirausaha.

"Sehingga kurikulum yang kita lakukan itu, begitu mereka lulus atau selesai, itu juga yang memang dibutuhkan di daerah tersebut," katanya.

Fokus pada Ekonomi Kreatif Digital

Adapun materi kolaborasi yang akan diterapkan mencakup literasi digital dan teknologi, kewirausahaan, personal branding, serta storytelling. Setiap siswa juga akan mendapatkan sertifikasi profesi setelah lulus.

Sebelumnya, seluruh siswa Sekolah Rakyat telah menjalani talent mapping untuk mengukur minat dan bakat masing-masing.

Dengan demikian, kata Riefky, mereka yang memiliki talenta di bidang seni, media, maupun teknologi dapat diarahkan menjadi pelaku ekonomi kreatif unggul di masa depan.

Program ini juga akan mengintegrasikan kewirausahaan kreatif, hak kekayaan intelektual (HKI), dan project-based learning guna menghasilkan karya bernilai ekonomi sekaligus terlindungi secara hukum. 

Selain itu, Sekolah Rakyat akan difungsikan sebagai creative hub dan pusat kegiatan ekonomi kreatif lokal dengan fasilitas pelatihan, pameran, dan kolaborasi komunitas.

Tiga Harapan Lulusan Sekolah Rakyat

Gus Ipul menambahkan, ada tiga hal yang ditargetkan dari lulusan Sekolah Rakyat.

"Dia pintar, berkarakter dan terampil. Nah keterampilannya ini nanti kita akan perkuat dan tentu pada saat yang sama itu akan membentuk karakter mereka sebagai orang yang profesional," jelasnya.