
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. Foto : Dok. Istimewa
Jakarta, tvrijakartanews - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 341 orang mendapat penanganan medis akibat aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada 28–29 Agustus 2025.
Dari jumlah tersebut, 200 pasien telah terdiagnosis (diketahui sakitnya), sementara 141 lainnya masih dalam tahap konfirmasi di rumah sakit.
Diketahui, para pasien dirujuk ke sejumlah rumah sakit pemerintah maupun swasta. Rincian rujukan meliputi RS Pusat Pertamina (13 pasien), RS Pelni (23 pasien), RS Bhakti Mulia (26 pasien), RS AL Mintohardjo (57 pasien), RS Polri (57 pasien), serta RS Kramat 128 (143 pasien).
Selain itu, beberapa pasien juga ditangani di RS Hermina Jatinegara, RS Islam Cempaka Putih, dan RSUD Tarakan. Sebagian pasien masih menjalani perawatan inap, termasuk 57 orang di RS Polri.
Untuk mendukung penanganan darurat, Dinkes DKI menurunkan 29 unit ambulans roda empat dan 1 unit ambulans roda dua, dengan dukungan 8 dokter, 60 perawat, dan 8 pengemudi ambulans. Seluruh tenaga medis ditempatkan di titik-titik strategis sekitar lokasi aksi, guna mempercepat proses evakuasi.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit rujukan agar pasien segera mendapat tindakan medis yang dibutuhkan," kata Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Ani menambahkan, ambulans cadangan juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan jumlah pasien. Ia memastikan seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama telah bersiaga penuh.
"Kami akan terus memberikan pertolongan pertama dan rujukan medis kepada korban unjuk rasa. Semua faskes yang bekerja sama siap melayani secara maksimal," tegasnya.