
Momen pertemuan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah batik) dengan beberapa audiens dari perwakilan pemda dan DPRD di Jakarta. Foto : Istimewa/ Kemensos
Jakarta, tvrijakartanews - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong pemerintah daerah (pemda) memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjalankan tiga mandat Presiden yang diemban oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Gus Ipul menjelaskan, sesuai amanat undang-undang dan arahan presiden, terdapat tiga mandat strategis yang kini dijalankan Kemensos.
"Saya ingin kita ini tidak bekerja sendiri, tapi menjadi satu tim yang besar untuk menyukseskan program-progran presiden," ajak Gus Ipul. Dilansir dari keterangan resminya di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Pertama, penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penetapan sasaran dan intervensi program secara terpadu. Kedua, pendirian Sekolah Rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan. Ketiga, pemberdayaan sosial bagi masyarakat usia produktif agar tidak terus bergantung pada bantuan sosial.
Menurut Gus Ipul, keberhasilan pelaksanaan ketiga mandat tersebut sangat ditentukan oleh keterlibatan pemda di berbagai tingkatan. Karena itu, ia meminta pemda berkomitmen kuat mendukung pelaksanaan kewajiban yang telah diatur melalui undang-undang dan kebijakan presiden.
Ia pun menekankan lima poin penting kepada pemda. Salah satunya adalah dukungan terhadap pelatihan operator daerah sebagai ujung tombak pemutakhiran data DTSEN. Ia menilai, data yang akurat menjadi dasar intervensi program yang tepat sasaran.
"Mari sekali lagi kita mulai dengan menyajikan data yang benar, melalui proses pemutakhiran yang terus-menerus. Dan ini diawali dengan kita meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) operator di tingkat desa," kata Gus Ipul.
Selain peningkatan kapasitas operator, ia juga mengajak pemda mengimbau masyarakat berpartisipasi aktif memperbaiki data, baik melalui jalur formal seperti RT/RW dan kelurahan, maupun kanal nonformal seperti aplikasi Cek Bansos dan Command Center Kemensos.
Gus Ipul menambahkan, upaya peningkatan kesejahteraan sosial juga membutuhkan sinergi dengan sektor nonpemerintah. Menurutnya, keterlibatan filantropi dan pihak swasta dapat memperkuat dampak program pemerintah pusat hingga daerah.
"Kita harus menyadari bahwa kalau program-program Kemensos dikombinasikan dengan program provinsi, kabupaten/kota, dan mengajak filantropi, mengajak swasta, itu akan sangat efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Selain itu, ia juga meminta dukungan pemda dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat di daerah masing-masing. Program ini dirancang sebagai miniatur pemutus mata rantai kemiskinan, yakni anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem mendapatkan pendidikan berkualitas, sementara orang tua mereka memperoleh program pemberdayaan sesuai asesmen.
Peserta Sekolah Rakyat ditentukan berdasarkan DTSEN, bukan seleksi akademik atau faktor koneksi.
"Mari penyelenggaran sekolah rakyat, kita dukung sepenuhnya, kita sukseskan. Ini tentu dihususkan untuk keluarga-keluarga yang tidak mampu," kata Gus Ipul.

