104 Titik Sekolah Rakyat Permanen Mulai Dibangun, Target 200 Lokasi pada 2027
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. 104 Titik Sekolah Rakyat Permanen Mulai Dibangun, Target 200 Lokasi pada 2027. Foto : Istimewa/ Kemensos

Jakarta, tvrijakartanews - Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih merata.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan sebanyak 104 titik Sekolah Rakyat dengan gedung permanen mulai dibangun pada tahun ini. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 200 titik pada 2027.

"Sekarang lagi berproses sesuai arahan Presiden, dan ini yang mengerjakan KementerianPU, sudah ada 104 titik Sekolah Rakyat yang gedung permanennya mulai dibangun tahun ini," katanya.

"Tahun 2026 ini pula ditambah 100 lagi, kira-kira sampai 2027 kalau lancar ada 200 titik (Sekolah Rakyat)," jelas Gus Ipul. Dilansir dari keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Setiap Sekolah Rakyat dengan gedung permanen dirancang menampung hingga 1.000 siswa. Namun pada tahap awal, kapasitas baru akan dibuka untuk sekitar 300 siswa per sekolah yang terbagi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

"Jadi kapasitasnya kalau gedung permanen itu sementara alokasinya kira-kira per sekolah bisa menerima siswa sekitar 300 siswa. (Kapasitasnya) SD 100 siswa, SMP 100 siswa dan SMA 100 siswa," tutur Gus Ipul.

Dengan pembangunan dan operasional 100 titik Sekolah Rakyat, pemerintah menargetkan penerimaan 30.000 siswa baru pada 2026.

Angka tersebut ditambah sekitar 15.000 siswa yang sudah mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga total siswa Sekolah Rakyat tahun ini diperkirakan mencapai 45.000 siswa. Pada 2027, kapasitas ditargetkan meningkat menjadi sekitar 60.000 siswa.

Gus Ipul menambahkan, pembangunan gedung dilakukan bersamaan dengan proses seleksi peserta didik agar operasional dapat dimulai pada Tahun Ajaran 2026–2027.

"Sambil simultan, ini gedung dibangun sambil proses seleksi dimulai. Untuk Tahun Ajaran 2026-2027," katanya.

Terkait lokasi, ia menyebut pemerataan pembangunan Sekolah Rakyat mencakup hampir seluruh provinsi di Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Maluku Utara dan Maluku. Beberapa wilayah kepulauan seperti Anambas juga sedang dalam proses.

Gus Ipul membenarkan rencana peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). "Insya Allah, mohon doanya aja," katanya.