
Presiden Prabowo Subianto ketika berinteraksi dengan Kiendra, siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi yang mencuri perhatian presiden saat membawakan pidato berbahasa Inggris di acara peresmian 166 Sekolah Rakyat. Foto : Istimewa/ Kemensos
Jakarta, tvrijakartanews - Penampilan Kiendra Lian Damarta (16), siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, mencuri perhatian Presiden Prabowo Subianto saat membawakan pidato berbahasa Inggris pada peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1) lalu.
Atas pertunjukannya itu, Kiendra mendapat tawaran beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
Presiden Prabowo menyatakan kekagumannya terhadap kemampuan Kiendra berbicara dalam bahasa asing. Ia bahkan langsung mengusulkan agar Kiendra diberi kesempatan melanjutkan pendidikan di luar negeri.
"Mungkin bagusnya kita kirim juga (studi) ke luar negeri. Kira-kira bagaimana, setuju tidak?" kata Presiden Prabowo setelah mendengar pidato Kiendra dalam acara tersebut. Dilansir dari keterangan yang diketahui di Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Presiden Prabowo juga mengapresiasi kefasihan Kiendra. "Saya besar di luar negeri. Kalau bahasa Inggris saya bagus, itu wajar. Tapi anak ini, saya kagum juga. Saya terkesima, terus terang saja. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa. Luar biasa. Bahasa Inggrisnya, menurut saya, luar biasa," kata Prabowo.
Latar Belakang Kiendra
Kiendra berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Jemmy Damarta, bekerja sebagai pengemudi ojek daring, sementara ibunya, Liana Suhardini, berjualan makanan.
Ia mengaku, masuk Sekolah Rakyat bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan di SMA reguler.
"Aku sempat merasa seperti dipaksa, tapi melihat kondisi orang tua, ya sudah saya masuk saja, karena memang tidak ada biaya," kata Kiendra di SRMA 13 Bekasi, beberapa waktu lalu.
Kemampuan bahasa Inggrisnya ia pelajari secara autodidak sejak kecil melalui tontonan berbahasa Inggris. Namun, sebelum masuk Sekolah Rakyat, Kiendra belum pernah berpidato atau tampil berbicara dalam bahasa Inggris di depan umum.
Perkembangan kemampuan Kiendra mulai terlihat setelah ia mendapat pembinaan di Sekolah Rakyat. Guru PPKN yang juga Pembina English Club, Rifki Aziz, kerap melibatkan Kiendra dalam kegiatan storytelling berbahasa Inggris yang direkam dalam video.
"Kiendra punya modal bahasa Inggris tapi sulit untuk practice sederhana sehari-hari," kata Aziz, yang pernah tinggal di Melbourne, Australia.
Latihan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Kiendra kerap kesulitan menyampaikan ide dan membangun kepercayaan diri. Namun, melalui pendampingan intensif, kemampuan Kiendra berkembang hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil di acara peresmian Sekolah Rakyat.
Usai acara, Kiendra sempat berbincang langsung dengan Presiden. Ia mengaku bangga dan senang dengan pengalaman tersebut.
"Saya merasa senang, capek tapi lebih (banyak) ke senangnya sih, soalnya ini pengalaman pertama aku bisa berpidato dengan banyak orang, apalagi di depan Pak Presiden," kata Kiendra.
Cita-cita dan Harapan
Ke depan, Kiendra berharap dapat terus belajar dan menggapai cita-cita menjadi animator profesional. Ia juga ingin berkuliah di luar negeri jika kesempatan beasiswa dari Presiden resmi diberikan.
Selain itu, Kiendra berharap program Sekolah Rakyat dapat terus berjalan agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memiliki akses pendidikan layak.
"Terima kasih Presiden Prabowo sudah memberikan fasilitas Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu," ucap Kiendra.

