
Momen ketika Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo bersama anak disabilitas turun dari Angkutan Sekolah Ramah Disabilitas seusai melihat-lihat area dalam, di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026). Foto : Istimewa/ Pemprov DKI Jakarta
Jakarta, tvrijakartanews - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, meresmikan layanan Angkutan Sekolah Ramah Disabilitas Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menyediakan transportasi publik yang inklusif, aman, dan setara bagi seluruh warga, khususnya peserta didik penyandang disabilitas.
"Pada hari ini, Pemprov DKI kembali meluncurkan angkutan sekolah ramah disabilitas. Kita meluncurkan 32 bus dan menambah lima rute baru," kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Pramono menekankan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, pemerintah wajib memberikan dukungan dan kemudahan agar semua anak, termasuk penyandang disabilitas, dapat menempuh pendidikan dengan baik.
Melalui layanan ini, Pemprov DKI Jakarta memastikan peserta didik penyandang disabilitas memiliki akses transportasi sekolah yang layak.
"Mudah-mudahan armada bus ini dapat memberikan kemudahan bagi anak-anak dalam berangkat dan pulang sekolah, serta menunjang aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan pendidikan mereka," katanya.
Tahun 2026, Pemprov DKI menambah 32 unit bus sekolah ramah disabilitas yang terdiri dari 13 mikrobus dan 19 bus medium. Penambahan ini membuat total armada mencapai 37 unit yang melayani 10 rute di Jakarta.
"Penambahan armada ini merupakan kontribusi Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah disabilitas," kata Pramono.
Ia menambahkan, sebagai kota global yang inklusif, Jakarta harus menjamin kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas tidak hanya di pendidikan, tetapi juga di bidang lain, termasuk ketenagakerjaan melalui penyelenggaraan bursa kerja khusus disabilitas.
Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah, guru, siswa, serta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta atas kesiapan fasilitas dan layanan pendukung. Ia juga berpesan kepada para siswa untuk terus belajar dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Sementara itu, Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa saat ini Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) mengoperasikan 230 unit armada, terdiri atas 200 bus medium dan 30 mikrobus.
Armada tersebut melayani 50 rute yang mencakup 32 rute reguler dan 18 rute zonasi. Operasional berlangsung pukul 04.30–19.00 WIB dengan jumlah pengguna lebih dari 41.000 pelajar jenjang SD hingga SMA sederajat.
"Penambahan 32 unit bus sekolah ramah disabilitas ini akan memperkuat layanan melalui penambahan lima rute baru yang telah melalui uji coba operasional, guna menjangkau lima Sekolah Luar Biasa tambahan di berbagai wilayah DKI Jakarta," kata Syafrin.
Kelima rute tambahan tersebut yakni:
- Rute Reguler 32: Yayasan Pendidikan Anak Cacat–Ciledug
- Rute Zonasi 12: Rusun Rawabebek–Rorotan (melayani SLB Karya Mulia)
- Rute Zonasi 16: BNN–Cipinang via Jatinegara (melayani SLB Karya Guna)
- Rute Zonasi 17: Kampung Rambutan–Lebak Bulus (melayani SLBN 01 Jakarta dan SLBA Pembina Tingkat Nasional)
- Rute Zonasi 19: Permata Hijau–Lebak Bulus (melayani SLBN 01 Jakarta dan SLBA Pembina Tingkat Nasional).
Setiap armada dilengkapi pengemudi dan awak pendamping yang membantu siswa naik turun bus, termasuk pengoperasian lift chair atau kursi angkat.
Bus medium memiliki kapasitas empat kursi roda dan sembilan kursi penumpang, sedangkan mikrobus mengakomodasi dua kursi roda dan tujuh kursi penumpang.

