
Foto : Dokumentasi Istimewa/ Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang
Tangerang, tvrijakartanews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyatakan bahwa saat ini debit air Sungai Cisadane masih cukup tinggi akibat hujan deras yang melanda Tangerang selama 2 hari terakhir. Saat ini Pintu Air 10 telah dibuka sebanyak tiga pintu untuk mengendalikan aliran air.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung melalui wilayah Koang Jaya, dan memastikan bahwa aktivasi sirine dilakukan sesuai tahapan SOP.
“Namun demikian, terdapat potensi kenaikan debit air dari wilayah hulu, khususnya Butuh Belah, yang diperkirakan dapat berdampak hingga wilayah hilir,” jelasnya pada Sabtu (24/1/2026).
Mahdiar juga menjelaskan bahwa setiap kali debit air sungai naik, maka akan dibunyikan sirine tanda siaga. Hal ini merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan debit sungai secara tiba-tiba, sehingga bisa dilakukan upaya mitigasi bencana.
“Itu merupakan SOP yang menandakan adanya debit air yang naik. Namun memang, untuk saat ini, kondisi Pintu Air 10 berada pada status Siaga 3,” ungkap Mahdiar.
Masyarakat di sekitar aliran Sungai Cisadane diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada di tengah cuaca ekstrem yang diperkirakan bakal terjadi hingga 29 Januari 2026 mendatang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan, mengingat bunyi sirine merupakan peringatan kesiapsiagaan, bukan tanda kondisi darurat ekstrem," imbaunya.
Dalam upaya penanganan, BPBD Kota Tangerang terus mengerahkan relawan dan petugas untuk melakukan pemantauan serta evakuasi warga di wilayah rawan terdampak. Penanganan difokuskan pada antisipasi curah hujan yang masih berpotensi terjadi.

