Pemerintah Perluas Cek Kesehatan Gratis, Fokus Penanganan Pasca Pemeriksaan di 2026
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Ilustrasi - Masyarakat memanfaatkan layanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, tvrijakartanews - Pemerintah menguatkan arah kebijakan kesehatan nasional melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026, yang kini tidak hanya berhenti pada pemeriksaan, tetapi juga menanggung penanganan lanjutan bagi masyarakat berisiko.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, bahwa program CKG tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, tetapi juga menjamin pencegahan dan pengobatan secara terintegrasi.

"Target kita di 2026, bukan hanya melakukan cek kesehatan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar sehat. Bukan hanya pemeriksaannya yang gratis, pencegahan dan penanganannya juga gratis," kata Budi, dalam keterangan yang diketahui di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Budi menjelaskan, bahwa pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi peserta yang teridentifikasi memiliki masalah kesehatan melalui CKG. Setelah itu, penanganan berlanjut melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan aktif. Sementara itu, warga yang belum terdaftar akan diarahkan untuk segera mengaktifkan kepesertaan.

Tantangan Kesehatan 2025 Jadi Acuan Perbaikan

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Maria Endang Sumiwi menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan CKG sepanjang 2025. Menurutnya, masih terdapat tantangan kesehatan di berbagai kelompok usia.

Beberapa temuan tersebut antara lain:

- 6 dari 100 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR)

- 31% balita mengalami gigi berlubang

- 1 dari 5 remaja memiliki tekanan darah di atas normal

- 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas sentral

- 51% lansia mengidap hipertensi.

Endang menyebutkan mulai 2026, pasien hipertensi dan diabetes akan langsung mendapatkan obat di Puskesmas pada hari yang sama saat pemeriksaan.

Penguatan Komunikasi Publik

Sejalan dengan perubahan fokus program, Badan Komunikasi Pemerintahan menekankan pentingnya komunikasi publik yang masif agar masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan layanan CKG.

Program ini dinilai sebagai salah satu program kesehatan dengan cakupan penerima manfaat terbesar karena mencakup seluruh populasi, sehingga keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.

Sejumlah pemerintah daerah turut menghadirkan inovasi layanan untuk mempermudah akses masyarakat pada CKG. Di antaranya:

- Kabupaten Pangkep dengan Perahu Sehat Pulau Bahagia, layanan jemput bola untuk wilayah kepulauan.

- Puskesmas Pacitan yang mengintegrasikan layanan kesehatan fisik dan mental melalui program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).

Dengan transformasi ini, CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran deteksi dini, tetapi juga memberikan dampak nyata pada pengendalian penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.