
Tanaman Langka dan Ikonik di Dunia, Bunga Bangkai Amorphophallus Titanum Segera Mekar di Kebun Raya Bogor / Foto: Dimas Yuga Pratama
Bogor, tvrijakartanews - Di penghujung Januari, saat tanah Bogor masih basah oleh hujan, alam perlahan memberi isyarat tentang kebangkitan sebuah keajaiban langka.
Dari lapisan bumi yang lembap dan sunyi, sebuah tunas besar mulai menampakkan diri, tanda awal perjalanan menuju mekarnya bunga yang dikenal sebagai salah satu yang paling unik di dunia.
Pada Minggu, 25 Januari 2026, fase awal menuju mekar Amorphophallus titanum terpantau di sebuah area koleksi yang tenang, di sekitar tebingan mata air alami. Kehadirannya nyaris tanpa suara, namun menyimpan cerita panjang tentang waktu, kesabaran, dan siklus alam yang tak tergesa.
“Pada tahap awal pengamatan fase generatif, Amorphophallus titanum tercatat memiliki tinggi sementara 85 cm dengan lebar keliling kuncup 40 cm. Tumbuhan ini merupakan salah satu koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992, dengan bibit yang berasal dari Sumatra, Jambi,” jelas Yudhistira selaku Horticulture Senior Manager Kebun Raya Bogor kepada tvrijakartanews.com, Rabu, 28 Januari 2026.
Tanaman ini bukan pendatang baru. Lebih dari tiga dekade ia tumbuh perlahan, menyimpan energi di dalam tanah sebelum akhirnya memasuki fase generatif yang hanya terjadi sesekali.
Bagi para petugas hortikultura, setiap perubahan ukuran dan arah pertumbuhan menjadi penanda penting menuju momen puncak yang selalu dinanti.
Sebagai salah satu bunga majemuk terbesar di dunia, Amorphophallus titanum dikenal memiliki fase pertumbuhan yang cepat menjelang mekar, namun waktu mekarnya sendiri sangat singkat.
Diperkirakan, dalam tiga hingga lima hari ke depan, kuncup raksasa ini akan membuka diri sepenuhnya, peristiwa langka yang kerap menarik perhatian peneliti, pecinta flora, hingga masyarakat luas.
Di balik daya tariknya, mekarnya bunga ini juga membawa pesan penting tentang konservasi. Di habitat aslinya di hutan tropis Sumatra, spesies ini semakin rentan akibat tekanan lingkungan. Keberadaannya di kebun raya menjadi bagian dari upaya pelestarian jangka panjang flora langka Indonesia.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya selalu pengelola Kebun Raya, Zaenal Arifin mengatakan setiap kali Amorphophallus titanum mekar, itu adalah momen yang sangat berarti dalam dunia botani. Ia mengatakan ini bukan hanya sebagai peristiwa unik, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya konservasi flora Nusantara.
“Kebun Raya Bogor menjadi rumah konservasi bagi Amorphophallus terbesar di dunia, yaitu Amorphophallus titanum. Mekarnya bunga ini menandakan suksesnya fungsi konservasi pada Kebun Raya Bogor yang diemban oleh kami selaku mitra pengelola Kebun Raya,” ujar Zaenal.
Bunga bangkai raksasa ini terakhir kali mekar pada 2020 silam. Setelah enam tahun berlalu, alam kembali memberi kesempatan untuk menyaksikan siklus langka tersebut terulang. Tim pemantau terus melakukan pengamatan intensif, mencatat setiap perkembangan, sembari menunggu saat singkat ketika sang raksasa botani ini mekar sempurna.
Perjalanan dari kuncup hingga mekar bukan sekadar peristiwa alam, melainkan pengingat akan rapuhnya keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga agar keajaiban seperti ini tetap dapat disaksikan generasi mendatang.

