Minyak Jelantah Sumbang 30 Persen Sampah di Kota Tangerang, DLH Imbau Masyarakat Manfaatkan Fasilitas Pengelolaan
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Foto : Dokumentasi Isty/TVRI. Salah satu minimarket yang menyediaman kotak pengumpulan minyak jelantah di Kota Tangerang

Tangerang, tvrijakartanews - Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang mencatat sekitar 30 persen limbah yang dihasilkan dalam satu hari berasal dari minyak jelantah. Tak hanya berasal dari rumah tangga, sebagian besar minyak jelantah dihasilkan oleh pelaku UMKM di bidang makanan. Sebagian besar minyak bekas tersebut diketahui belum diolah dengan baik, dan masih banyak yang berakhir di pembuangan sampah bahkan di saluran air.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Tagerang, Hendri Syahputra menjelaskan bahwa pihaknya sudah membuat fasilitas pengumpulan maupun pengelolaan minyak jelantah melalui bank sampah. Namun, hal tersebut masih perlu disosialisasikan kembali mengingat belum banyak yang memahami resiko membuang minyak jelantah ke saluran air.

"Pemkot Tangerang sendiri sudah menyediakan layanan pengumpulan minyak jelantah, dan kami juga terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mau mengumpulkan minyak jelantah dan membuangnya di tempat yang tepat," ujarnya pada Kamis (29/1/2026).

Selain melalui bank sampah, DLH juga mengimbau agar masyarakat bisa mengumpulkan minyak jelantah secara mandiri dan kemudian menghubungi DLH untuk diangkut. Masyarakat juga bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan pihak lain yang saat ini sudah tersedia di beberapa minimarket. Hal ini bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Rawa Kucing, serta memperbaiki kualitas air sungai.

"Ada beberapa RW yang sudah mengumpulkan minyak jelantah secara mandiri, dan kemudian diolah menjadi berbagai produk. Ada juga yang kemudian diserahkan ke DLH, tapi masyarakat juga bisa mengumpulkan minyak jelantah ke tempat lain seperti di minimarket yang menyediakan fasilitas ini," lanjutnya.

Sementara itu, Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan, keberadaan kotak ucollect di gerai Alfamart diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengelola limbah minyak jelantah secara bertanggung jawab. Masyarakat juga diuntungkan karena bisa mengonversikan limbah minyak goreng menjadi saldo rupiah.

“Sebagai toko komunitas yang dekat dengan masyarakat, keberadaan kotak ucollect di Alfamart menjadi solusi agar minyak jelantah tidak dibuang sembarangan. Ini merupakan pencapaian yang akan terus kami kembangkan bersama noovoleum, sehingga semakin banyak masyarakat dapat berpartisipasi,” ujar Solihin.

Saat ini, sudah ada 3 lokasi kotak pengumpulan minyak jelantah di Kota Tangerang dari 100 kotak yang tersebar di seluruh Indonesia. Minyak jelantah ini nanti akan dibawa oleh perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan dan solusi pengumpulan limbah minyak jelantah yaitu Noovoleum.

Kami ingin memberikan kemudahan sekaligus keuntungan lebih bagi konsumen Alfamart yang menyetorkan minyak jelantahnya melalui kotak ucollect. Ini juga sebagai kampanye untuk mengajak lebih banyak masyarakat dapat bertanggung jawab terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah” ujarnya.