Pemprov DKI Kembali Genjot Normalisasi Ciliwung untuk Tekan Banjir, Proyek yang Sempat Terhenti Sejak 2017
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang sempat terhenti sejak 2017, kembali dilanjutkan. Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, tvrijakartanews - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo kembali melanjutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang sempat terhenti sejak 2017. 

Proyek tersebut dilanjutkan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir jangka menengah di Jakarta.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau proses pembebasan lahan normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).

"Ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Normalisasi Sungai Ciliwung ini sempat terhenti dari tahun 2017 dan kita lanjutkan kembali," kata Pramono.

Pramono menjelaskan, proyek normalisasi Sungai Ciliwung terbagi dalam dua segmen. Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono sepanjang 7 kilometer dengan rencana pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer.

Sementara itu, segmen kedua mencakup ruas MT Haryono hingga TB Simatupang sepanjang 12,89 kilometer dengan rencana pembangunan tanggul sepanjang 18,7 kilometer. Hingga saat ini, total tanggul yang telah terbangun mencapai 17,14 kilometer dari total rencana 33,69 kilometer.

Dalam pelaksanaannya, Pramono menegaskan pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) tanpa melibatkan pihak ketiga. 

Rumah warga yang terdampak akan mendapatkan ganti rugi dengan prinsip ganti untung. Selain itu, warga juga diberi pilihan untuk menempati rumah susun yang disediakan Pemprov DKI Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari transparansi, setiap bidang lahan di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung diberi tanda warna sesuai tahap prosesnya. Lahan berwarna merah menandakan pembayaran ganti rugi telah dilakukan, warna pink menunjukkan lahan yang akan dibayarkan pada pekan berikutnya, sedangkan warna kuning menandakan proses masih dalam tahap pemberkasan.

"Saya menginginkan normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan tidak ribut-ribut. Dan teman-teman pasti enggak menyangka bahwa kami sudah melakukan pembebasan yang cukup masif di tempat ini. Dan itu memang dilakukan secara adem ayem, senyap lah," jelas Pramono. 

Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin menekankan bahwa Sungai Ciliwung merupakan salah satu dari 13 sungai utama yang mengalir di Jakarta. 

Menurutnya, keberhasilan normalisasi Ciliwung akan memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian banjir.

"Kalau kita bisa mengendalikan Ciliwung, maka kita bisa menyelesaikan persoalan DAS (Daerah Aliran Sungai) Ciliwung sebesar 40 persen di DAS Ciliwung," kata Ika.