
Ilustrasi - Anak-anak sedang asik dengan gawai/ handphone mereka. Foto : Dok. Istimewa
Jakarta, tvrijakartanews - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meminta seluruh platform digital menerapkan sistem pengenalan usia pengguna sebagai bentuk tanggung jawab dalam melindungi anak-anak di ruang digital.
Menurut Nezar, pemanfaatan teknologi cerdas diperlukan agar platform mampu mengidentifikasi usia pengguna secara akurat.
Dengan demikian, anak-anak dapat terlindungi dari paparan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
"Kita membutuhkan mesin cerdas untuk mengidentifikasi usia pengguna. Platform bertanggung jawab untuk menerapkan teknologi semacam ini," kata Nezar dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini mewajibkan penyelenggara sistem elektronik melakukan verifikasi usia pengguna serta membatasi akses terhadap konten negatif.
Nezar menegaskan, pengguna yang belum cukup usia harus dibatasi dari konten-konten yang tidak layak dikonsumsi anak.
"Dengan adanya identifikasi pengguna ini, anak-anak tidak diizinkan untuk melihat konten-konten tertentu," jelasnya.
Nezar mengapresiasi langkah YouTube yang telah menghadirkan berbagai fitur untuk mendukung pengawasan orang tua. Selain itu, YouTube dinilai terus meningkatkan kemampuan algoritmanya untuk mencegah munculnya konten negatif.
Ia berharap langkah yang telah dilakukan YouTube dapat menjadi contoh bagi platform digital lainnya dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.
Sementara itu, Global Head and Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller, mengatakan pihaknya telah menyediakan sejumlah fitur yang memudahkan orang tua memantau aktivitas anak di platform digital.
Salah satunya adalah fitur yang memungkinkan pengaturan akses akun dari orang tua ke anak, meskipun menggunakan satu perangkat yang sama.
"Fitur ini untuk mempermudah orang tua memberikan akses bagi anak-anak meskipun menggunakan satu gawai yang sama," kata Leslie.
Ia berharap berbagai upaya tersebut dapat membantu orang tua dalam memantau serta melindungi anak-anak saat beraktivitas di ruang digital.

