
Menteri Perhubungan dan Gubernur Banten Resmikan Stasiun Kereta Api Jatake (Foto : Istimewa)
Jakarta,tvrijakartanews - Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi dan Gubernur Provinsi Banten Andra Soni meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake, Tangerang. peresmian ini merupakan sebagai simpul baru perekatapian perkotaan di Kabupaten Tangerang sekaligus menunjukan arah kebijakan pembangunan transportasi nasional yang berfokus pada penguatan ekosistem lintas sektor dan integrasi kawasan.
"Pembangunan transportasi publik diarahkan untuk membentuk ekosistem mobilitas yang terhubung, efisien, dan tertata. Pendekatan ini mendorong sinergi antara pemerintah pusat, KAI Group, pemerintah daerah, dan badan usaha swasta agar transportasi massal berkembang sejalan dengan pertumbuhan kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi,"kata Dudy keterangan resminya di Jakarta," Jum'at ( 30/01/2026).
Dilokasi yang sama, Gubernur Provinsi Banten Andra Soni menyampaikan bahwa kehadiran Stasiun Jatake memperkuat konektivitas regional sekaligus meningkatkan daya saing kawasan BSD sebagai aglomerasi berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Menurutnya, pengalaman Provinsi Banten menunjukkan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
"Pemerintah Provinsi Banten berharap dukungan pemerintah pusat dan KAI untuk mendorong pemerataan pembangunan perkeretaapian hingga wilayah selatan Banten, termasuk pengaktifan kembali jalur Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan, guna membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memperluas akses ke kawasan pariwisata,"kata Soni
“Kereta api memiliki pengaruh besar bagi pertumbuhan wilayah. Setiap simpul perkeretaapian yang aktif berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,”sambungnya.
Selaras dengan hal tersebut, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pembangunan dan pengoperasian Stasiun Jatake merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terkait penguatan ekosistem transportasi massal berbasis kolaborasi dan integrasi kawasan.
“Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan pendekatan Transit Oriented Development. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan pertumbuhan wilayah,” ujar Bobby.
Sebagai informasi tambahan, Stasiun Jatake memiliki luas bangunan 3.198 meter persegi dengan kapasitas pelayanan hingga 20.000 penumpang per hari, didukung frekuensi perjalanan Commuter Line dengan selang waktu (headway) 5–10 menit. Fasilitas parkir, integrasi antarmoda, serta ruang pengembangan lanjutan disiapkan untuk mendukung keberlanjutan mobilitas masyarakat sekitar.

