Stok aman, Perumda Pasar Jaya akan Gelar Pasar Murah Hingga 500 Kali di Bulan Ramadhan 2026
NewsHot
Redaktur: Heru Sulistyono

Direktur Perumda Pasar Jaya , Agus Himawan ( Foto : Istimewa )

Jakarta, tvrijakartanews - Direktur Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan memastikan kesiapan stok pangan aman dan menggandakan pelaksanaan pasar murah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Ia menyebut langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.

"Tahun lalu pasar murah sekitar 250 kali, tahun ini kami tingkatkan hampir 100 persen menjadi kurang lebih 500 kali. Ini bagian dari upaya kami menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan," kata Agus dalam Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026' di Balai Kota DKI Jakarta, kamis (12/2/2026).

Agus menjelaskan, bazar murah telah digelar sepanjang Februari di seluruh kelurahan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta di 116 gerai Pasar Jaya.

Selain itu, bazar besar juga akan kembali digelar di Balai Kota pada pekan kedua Ramadan, bersinergi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) dan Perumda Dharma Jaya.

Untuk meringankan beban belanja warga, Pasar Jaya juga menyiapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga mulai Rp 100.000 hingga Rp 300.000 sebagai alternatif belanja hemat menjelang Lebaran.

"Kami siapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga terjangkau agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih ringan," imbuhnya.

Dari sisi pasokan, Agus memastikan stok pangan dalam kondisi aman. tercatat Sejak 9 Februari 2026, stok beras di gerai Pasar Jaya tercatat mencapai 331 ton, meningkat dari paparan sebelumnya sebesar 261 ton. Selain itu, tersedia gula pasir sebanyak 84,3 ton dan minyak goreng hampir 209 ton dan di tingkat pedagang stok beras tercatat sekitar 186 ton, dengan tambahan beras SPHP sekitar 10,1 ton.

"Prinsipnya harga relatif stabil. Memang ada fluktuasi pada cabai merah, tetapi komoditas lainnya masih dalam kondisi terkendali," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, tak hanya di  Jakarta Pasar Jaya juga meningkatkan distribusi pangan ke Kepulauan Seribu. Jika sebelumnya pengiriman dilakukan dua kali dalam sebulan, kini distribusi ditingkatkan hampir setiap minggu guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga.

"Kami tingkatkan frekuensi pengiriman ke Kepulauan Seribu menjadi hampir setiap minggu, sesuai arahan pimpinan daerah, agar pasokan pangan di wilayah kepulauan tetap aman selama Ramadan," tutur Agus.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat penugasan Perumda Pasar Jaya dalam menjaga distribusi dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Penguatan peran ini dinilai krusial karena Pasar Jaya menjadi garda terdepan dalam pengelolaan pasar rakyat serta pengendalian pasokan di tingkat hilir.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan secara umum kondisi kebutuhan dan ketersediaan pangan strategis Jakarta dalam keadaan cukup.

Namun, peningkatan konsumsi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menuntut optimalisasi peran Pasar Jaya dalam memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

"Menjelang Ramadan dan Idulfitri memang terjadi kenaikan kebutuhan pada sejumlah komoditas seperti telur ayam, daging sapi, bawang putih, dan cabai rawit. Memasuki Idulfitri, daging ayam juga meningkat signifikan. Karena itu, peran Pasar Jaya dalam menjaga distribusi di pasar-pasar menjadi sangat penting,"kata Hasudungan.