
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta, Senin (23/2/2026). Foto : Istimewa/ Pemprov DKI Jakarta
Jakarta, tvrijakartanews - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mentransformasi pasar tradisional sebagai katalis pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta, Senin (23/2/2026).
Dalam sambutannya, Pramono menyatakan pasar di Jakarta memiliki potensi besar untuk bertransformasi dari sekadar ruang transaksi harian menjadi destinasi perkotaan bernilai ekonomi, sosial, dan kultural tinggi.
Transformasi ini, kata dia, sejalan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota global sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Menurut Pramono, revitalisasi pasar harus ditempatkan sebagai bagian strategis dalam pengembangan ekonomi perkotaan yang berdaya saing dan inklusif.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov DKI Jakarta menggelar lomba digitalisasi di 20 pasar selama dua pekan. Hasilnya, transaksi meningkat hampir 47 persen, yang menunjukkan tingginya kemampuan adaptasi masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.
Ia memaparkan, nilai transaksi ekonomi di pasar Jakarta saat ini mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Dari total 153 pasar yang ada, terdapat sekitar 286 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan aktivitas ekonominya di dalamnya.
"Saat ini, transaksi ekonomi di pasar Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Terdapat 153 pasar yang potensinya sangat besar dengan sekitar 286 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inilah kekuatan utama ekonomi Jakarta," kata Pramono. Dilansir dari keterangan pers yang diterima.
Pramono berharap pasar-pasar di Jakarta dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif, ruang interaksi sosial dan pelestarian budaya, sekaligus simpul pengembangan kawasan yang terintegrasi.
Bahkan, sejumlah pasar dinilai telah memiliki daya tarik internasional karena tidak hanya menawarkan aktivitas belanja, tetapi juga pengalaman dan kenyamanan bagi pengunjung.
Beberapa kawasan yang mulai diminati wisatawan mancanegara antara lain Glodok Pecinan, Pasar Baru, Blok M, dan Pasar Santa.
Meski demikian, ia menekankan perlunya pembenahan berkelanjutan, baik dari sisi infrastruktur fisik, sistem pembayaran digital, peningkatan keamanan, hingga penanganan praktik premanisme parkir.
Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam pengembangan pasar. Ia berharap FGD tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti oleh Perumda Pasar Jaya dalam penyusunan rencana pengembangan lima tahun ke depan.
"Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Saya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menginisiasi FGD ini," kata Pramono.
"Mudah-mudahan hasilnya dapat menjadi milestone atau rencana strategis untuk perbaikan 153 pasar di Jakarta," harapnya.
FGD tersebut turut dihadiri pejabat Bappeda DKI Jakarta, pejabat PD Pasar Jaya, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

