
Masjid As Sofia, Miniatur Masjid Nabawi di Kota Bogor / Foto: Dimas Yuga Pratama
Bogor, tvrijakartanews - Di tengah padatnya arus lalu lintas Jalan R.E Martadinata, Kota Bogor, berdiri sebuah masjid dengan arsitektur yang seketika mengingatkan pada Masjid Nabawi. Kubah berwarna putih keemasan, tiang-tiang tinggi menjulang, serta fasad megah bergaya Timur Tengah membuat Masjid As Sofia tampil mencolok di antara deretan bangunan perkotaan.
Masjid ini menghadirkan sepotong nuansa Madinah di Kota Hujan.
Tak banyak yang tahu, sebelum berdiri megah seperti sekarang, lahan seluas 1.800 meter persegi itu merupakan deretan ruko terbengkalai. Transformasi dimulai pada 2017, ketika sang pemilik memutuskan membangun masjid yang terinspirasi dari perjalanan umroh yang rutin ia jalani setiap tahun. Pada 2019, masjid tersebut resmi digunakan oleh masyarakat.
Inspirasi itu lahir dari kedekatan emosional dengan Masjid Nabawi di Madinah. Setiap kali beribadah di sana, muncul keinginan untuk menghadirkan suasana serupa di kampung halaman, bukan untuk menyaingi, melainkan menghadirkan atmosfer spiritual yang dirindukan banyak umat.
Berdasarkan informasi, nama “As Sofia” sendiri diambil dari nama almarhumah ibunda sang pemilik, Sofia, sebuah bentuk penghormatan yang diabadikan dalam rumah ibadah.
Detail Arsitektur dan Nuansa Spiritual
Dari kejauhan, dominasi warna putih dan emas membangun kesan elegan sekaligus sakral. Pintu masuk setinggi dua meter dihiasi ukiran kaligrafi berwarna emas. Di dalam ruang utama, lampu-lampu hias yang didatangkan dari Turki menggantung anggun, mempertegas kesan mewah namun tetap khusyuk.

Tak hanya visual, suasana spiritual juga dibangun melalui indra penciuman. Pengelola menggunakan pewangi beraroma rose Nabawi yang disebarkan melalui diffuser, menghadirkan wangi khas yang sering dijumpai di Masjid Nabawi. Begitu melangkah masuk, jemaah seakan diajak melakukan perjalanan batin tanpa harus meninggalkan Bogor.
Di bagian luar, plaza luas terbentang sebagai ruang transisi antara hiruk pikuk jalan raya dan ketenangan ruang ibadah. Pohon-pohon yang ditanam di tengah halaman memperkuat kesan sejuk dan teduh, menghadirkan atmosfer yang mengingatkan pada pelataran masjid di Madinah.
Akses Mudah dan Daya Tampung Besar
Berlokasi dekat lampu merah Simpang Tentara Pelajar, masjid ini mudah dijangkau masyarakat. Daya tampungnya mencapai sekitar seribu jemaah, dengan area parkir yang mampu menampung puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Fasilitas pendukung pun dirancang terpisah dan tertata. Tempat wudhu dan toilet pria berada di sisi kanan bangunan, sementara fasilitas perempuan di sisi kiri, memudahkan sirkulasi jemaah saat waktu salat tiba.
Pusat Kegiatan Ramadan
Memasuki bulan Ramadan, Masjid As Sofia menjelma menjadi pusat aktivitas keagamaan. Kajian rutin, buka puasa bersama, salat tarawih, hingga iktikaf digelar dengan partisipasi jemaah yang terus meningkat. Masjid ini tak hanya menjadi tempat ibadah harian, tetapi juga ruang perjumpaan sosial dan spiritual warga.
Ketua Yayasan As Sofia, Ibrahim Rasyid M Basir, menyebut kehadiran masjid ini diharapkan menjadi sarana mendekatkan masyarakat pada suasana ibadah yang lebih khusyuk, sekaligus memperkuat syiar Islam di Kota Bogor.
Lebih dari Sekadar Ikon
Kehadiran Masjid As Sofia menambah daftar ikon religi di Kota Bogor. Namun lebih dari sekadar bangunan megah, masjid ini menawarkan pengalaman, sekaligus menghadirkan sepotong rasa Madinah tanpa harus menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Tanah Suci.

